
Pantau - Satu pasien meninggal dunia dan dua lainnya dalam kondisi kritis setelah menerima suntikan kemoterapi di Pusat Medis Anak Prefektur Saitama di Kota Saitama, Jepang.
Kasus tersebut dilaporkan pihak rumah sakit kepada kepolisian pada Selasa, 10 Maret, setelah ditemukan cairan tulang belakang pasien mengandung obat kanker yang tidak seharusnya diberikan di sekitar sumsum tulang belakang.
Media Jepang Kyodo News dan NHK melaporkan obat yang ditemukan bukan bagian dari obat kanker yang awalnya diresepkan kepada para pasien.
Rumah sakit juga menyatakan tidak ditemukan catatan medis yang menunjukkan adanya pemberian obat tersebut kepada ketiga pasien.
Ketiga pasien diketahui menerima suntikan tersebut dalam rentang waktu Januari hingga Oktober tahun lalu.
Setelah menerima suntikan, para pasien mengalami berbagai gejala neurologis.
Gejala yang muncul antara lain kesulitan berjalan dan gangguan fungsi saraf lainnya.
Salah satu pasien yang merupakan remaja laki-laki dilaporkan meninggal dunia pada Februari lalu.
Sementara itu, dua pasien lainnya hingga kini masih berada dalam kondisi kritis.
Temuan Obat Kanker di Cairan Tulang Belakang
Rumah sakit menemukan keberadaan obat kanker yang tidak seharusnya diberikan di area sekitar sumsum tulang belakang melalui pemeriksaan cairan tulang belakang pasien.
Temuan tersebut memicu kecurigaan adanya kesalahan serius dalam prosedur medis atau kemungkinan lain yang masih diselidiki.
Tidak adanya catatan medis mengenai pemberian obat tersebut juga menjadi perhatian dalam penyelidikan internal rumah sakit.
Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian atau Tindak Pidana
Pihak rumah sakit kemudian melaporkan kasus ini kepada kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Rumah sakit juga telah memulai penyelidikan menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Dalam proses investigasi tersebut, pihak rumah sakit belum mengesampingkan kemungkinan adanya tindak pidana.
Selain itu, rumah sakit juga mempertimbangkan kemungkinan terjadinya kecelakaan medis serius dalam pemberian obat kepada para pasien.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







