HOME  ⁄  Nasional

Pakar UNAND Sebut Daging Kurban Beku hingga Dua Bulan Masih Aman Dikonsumsi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakar UNAND Sebut Daging Kurban Beku hingga Dua Bulan Masih Aman Dikonsumsi
Foto: (Sumber : Panitia menyerahkan daging kurban kepada penerima manfaat di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar.)

Pantau - Pakar Ilmu Teknologi Pangan Universitas Andalas (UNAND) Prof Novelina menyatakan daging kurban yang disimpan dalam kondisi beku di freezer selama satu hingga dua bulan masih aman untuk dikonsumsi selama suhu penyimpanan tetap terjaga.

Prof Novelina mengatakan keamanan daging beku sangat bergantung pada kondisi awal daging, terutama aspek kebersihan sebelum disimpan.

“Ya sebulan atau dua bulan mungkin bisa, tergantung kondisi dagingnya di awal terutama kebersihannya,” ungkapnya di Kota Padang, Jumat.

Ia menjelaskan daging yang disimpan pada suhu di bawah nol derajat Celsius dan tetap dalam kondisi beku hingga waktu pengolahan masih layak untuk dikonsumsi.

“Jadi, selama disimpan dalam kondisi beku dan suhunya di bawah nol derajat celsius maka daging tersebut aman untuk dikonsumsi,” katanya.

Suhu Penyimpanan Jadi Faktor Penting

Menurut Prof Novelina, masih banyak masyarakat yang menyimpan daging kurban dalam jangka waktu lama tanpa memperhatikan stabilitas suhu penyimpanan.

Ia mengingatkan perubahan suhu yang tidak terkontrol dapat memicu aktivitas mikroba yang menghasilkan zat berbahaya bagi kesehatan.

Apabila kondisi penyimpanan tidak sesuai, daging berpotensi mengandung racun akibat metabolit beracun yang dihasilkan mikroorganisme.

Karena itu, masyarakat diminta memastikan freezer berfungsi dengan baik dan menjaga suhu tetap stabil selama masa penyimpanan.

Jeroan Disarankan Direbus Sebelum Dibekukan

Khusus untuk jeroan seperti usus dan limpa, Prof Novelina menyarankan agar bahan tersebut direbus terlebih dahulu sebelum disimpan di dalam freezer.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri yang umumnya lebih banyak terdapat pada jeroan dibandingkan daging.

“Direbus dulu, paling tidak sudah mematikan mikroba karena jeroan itu kan rentan mikrobanya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa daging dan jeroan yang tidak higienis dapat memicu berbagai gangguan kesehatan seperti muntah, diare, pusing, hingga gangguan saraf dalam kondisi tertentu.

Oleh sebab itu, aspek kebersihan selama proses penyembelihan, penyimpanan, hingga pengolahan daging kurban perlu menjadi perhatian utama masyarakat agar aman saat dikonsumsi.

Penulis :
Ahmad Yusuf