Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Cek Fakta: Klaim Iran Minta Indonesia Urus Rakyat Miskin dan Menolak Mediasi dengan AS adalah Hoaks

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Cek Fakta: Klaim Iran Minta Indonesia Urus Rakyat Miskin dan Menolak Mediasi dengan AS adalah Hoaks
Foto: (Sumber : Arsip - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat menyampaikan pernyataan pers di kediamaannya di Jakarta, Kamis (5/4/2026). ANTARA/Kuntum Khaira Riswan/pri. (ANTARA/Kuntum Khaira Riswan.))

Pantau - Beredar unggahan di media sosial Instagram yang menyebut Iran menolak ajakan Indonesia untuk memediasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta meminta Indonesia lebih baik mengurus rakyatnya sendiri karena masih banyak masyarakat yang miskin.

Unggahan tersebut memuat narasi "IRAN Tolak Ajakan Mediasi Indonesia dengan AS: Lebih baik yang M1SK1N! Kami Tidak membuka Ruang Mediasi dengan AS!".

Unggahan yang sama juga menyertakan pernyataan "Lalu berkaitan dengan Mediasi Indonnesia lebih baik simpan tenaga dan waktu anda sepenuhnya untuk kepentingan Rakyat anda yang masih banyak serba kekurangan, Karna kami tahu disana Rakyat anda lebih membutuhkan uluran dan bantuan tangan anda, lebih baik anda Urus rakyat anda saja , Tolong sekali lagi saya sangat mengapresiasi niat baik anda. Tapi kami tidak menerima bentuk mediasi apapun dengan AS.".

Setelah dilakukan penelusuran, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Pernyataan Dubes Iran yang Sebenarnya

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memang menyampaikan apresiasi atas niat baik Indonesia yang ingin memediasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Namun Boroujerdi juga menegaskan bahwa Iran menolak tawaran mediasi dari sejumlah negara terkait upaya meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Ia menyatakan bahwa Iran tidak akan melakukan perundingan dengan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui di kediamannya di Jakarta pada Kamis (5 Maret).

Pernyataan itu merujuk pada sikap Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang sebelumnya menyebut Indonesia siap memfasilitasi dialog demi menciptakan kondisi keamanan yang lebih kondusif.

Indonesia juga menyampaikan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator dalam konflik tersebut.

Boroujerdi menjelaskan bahwa Iran sebelumnya telah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat sebanyak tiga kali.

Menurutnya setiap negosiasi tersebut berakhir dengan pelanggaran perjanjian atau tindakan militer dari pihak Amerika Serikat.

Tidak Ada Pernyataan Menghina Indonesia

Tidak ditemukan pernyataan resmi dari Duta Besar Iran yang menyebut Indonesia harus mengurus rakyat miskin atau merendahkan kondisi masyarakat Indonesia.

Dengan demikian klaim yang menyebut Iran meminta Presiden Prabowo Subianto mengurus rakyat miskin Indonesia adalah informasi yang tidak benar.

Kesimpulan dari pemeriksaan fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut merupakan hoaks.

Penulis :
Ahmad Yusuf