Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Irak Tegaskan Tidak Akan Izinkan Wilayahnya Digunakan sebagai Basis Serangan terhadap Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Irak Tegaskan Tidak Akan Izinkan Wilayahnya Digunakan sebagai Basis Serangan terhadap Iran
Foto: (Sumber : Asap tebal mengepul dari gedung-gedung setelah serangan udara di Teheran, Iran, pada 10 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati).)

Pantau - Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani menegaskan tidak akan mengizinkan pihak mana pun menggunakan wilayah Irak sebagai basis serangan terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudani saat melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu.

Sudani juga menegaskan bahwa penargetan wilayah Irak merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut.

Ia menyatakan dalam pernyataannya bahwa tindakan tersebut dapat melemahkan upaya Baghdad untuk mengakhiri konflik serta mendorong kembali dialog.

Sudani juga menyampaikan penolakan dan kecaman Irak terhadap perang yang menargetkan Iran.

Ia mengatakan Irak tetap berkomitmen menjaga keamanan serta kedaulatan Iran sekaligus mendorong stabilitas kawasan.

Sudani menyatakan bahwa negaranya siap melakukan berbagai upaya untuk mengakhiri konflik dan mengembalikan penyelesaian masalah melalui dialog damai.

Konflik di kawasan memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta lebih dari 150 siswi.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Serangan balasan tersebut berdampak pada pasar global dan menyebabkan lonjakan harga energi.

Penulis :
Ahmad Yusuf