
Pantau - Kementerian Kesehatan menyediakan 666.000 kuota pelatihan gratis bagi penjamah pangan di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan menjamin standar keamanan pangan pada dapur SPPG.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes dr Then Suyanti mengatakan pemanfaatan kuota pelatihan tersebut masih rendah.
Ia mengungkapkan, "Jadi kami masih membuka kuota ini sampai akhir tahun. Pelatihan ini gratis dan bisa diakses 24 jam kapan pun melalui platform digital."
Akses Pelatihan Masih Rendah
Kemenkes mencatat baru sekitar 224.000 peserta atau 33 persen yang telah memanfaatkan kuota pelatihan tersebut.
Pelatihan ini diselenggarakan secara daring melalui sistem Massive Open Online Course (MOOC) pada platform LMS Pelataran Sehat milik Kemenkes.
Materi pelatihan mencakup standar keamanan pangan, higiene perorangan, hingga sanitasi peralatan dengan total durasi 8 Jam Pelajaran.
Syarat Penting Terbitnya Sertifikat
Then menegaskan pelatihan ini menjadi syarat utama penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur SPPG.
Ia mengatakan, "Sebenarnya tidak ada halangan bagi penjamah pangan untuk tidak terlatih. Jika ada kendala teknologi atau gagap teknologi, kami minta kepala SPPG atau yayasan membantu memfasilitasi para pekerjanya untuk mengakses materi tersebut."
Kemenkes juga menerapkan sistem pre-test dan post-test dengan kesempatan mengulang bagi peserta hingga mencapai standar kelulusan.
Ia menambahkan, "Kami ingin memastikan para penjamah pangan di seluruh pelosok Indonesia bisa mengikuti pelatihan ini tanpa terkendala biaya dan jarak."
Program ini merupakan bagian dari percepatan sertifikasi bagi sekitar 26.000 dapur SPPG guna memastikan keamanan pangan dalam program pemenuhan gizi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan







