
Pantau - Jerman berencana mengerahkan tiga kapal untuk bergabung dalam misi internasional pengamanan pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Dewan Keamanan Nasional Jerman yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz pada Selasa (21/04/2026).
Rencana Pengerahan Kapal dan Dukungan Internasional
Dalam laporan yang dikutip dari majalah Der Spiegel, Jerman akan mengirim dua kapal penyapu ranjau dan satu kapal pasokan untuk mendukung misi tersebut.
Pengerahan ini masih menunggu mandat internasional, khususnya dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai syarat utama partisipasi Jerman.
Selain kapal, Jerman juga mengusulkan pengerahan pesawat pengintai kecil yang saat ini ditempatkan di Djibouti sebagai bagian dari Operasi Aspides.
Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz
Langkah ini muncul di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara sekutu di kawasan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mempertimbangkan menarik negaranya dari NATO setelah negara-negara Eropa menolak mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
Trump juga menyatakan keraguan terhadap komitmen pertahanan negara-negara Eropa dalam mendukung kebijakan militernya di kawasan tersebut.
Misi pengamanan di Selat Hormuz dinilai penting karena jalur tersebut merupakan salah satu rute vital perdagangan energi dunia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








