
Pantau - Petugas kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengintensifkan edukasi serta pembagian perlengkapan kesehatan kepada jamaah haji Indonesia untuk menghadapi cuaca panas ekstrem di Madinah.
Edukasi Intensif Cegah Dehidrasi
Petugas secara aktif memberikan pemahaman kepada jamaah terkait risiko kesehatan akibat suhu tinggi, seperti dehidrasi dan kelelahan.
“Suhu di Madinah ini kan kurang lebih 34 sampai 35 (derajat celcius), jadi panas ya. Jadi jamaah disarankan untuk menggunakan masker di siang hari,” ungkap petugas kesehatan PPIH Madinah Siti Ratna.
“Imbauan untuk jamaah haji Indonesia agar menggunakan APD, masker, alat penyemprot wajah, dan sandal,” tambahnya.
Jamaah juga diimbau untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi dua hingga tiga liter air per hari serta minum setiap 30 menit tanpa menunggu haus.
Pembagian Perlengkapan Kesehatan
Selain edukasi, petugas membagikan masker dan oralit di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan Masjid Nabawi.
Masker digunakan untuk melindungi dari debu dan paparan panas, sementara oralit membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh jamaah.
Langkah ini dilakukan agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan terhindar dari gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi PPIH dalam memastikan kelancaran ibadah haji di tengah kondisi cuaca ekstrem.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







