
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu tanpa diskriminasi dalam sistem pendidikan nasional.
Komitmen Pemerintah untuk Pendidikan ABK
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat menghadiri penyerahan pengelolaan SLB B Yakut kepada Muhammadiyah tingkat daerah Banyumas di Purwokerto.
Ia menyampaikan "Pemerintah berkomitmen memberikan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui penguatan berbagai layanan, termasuk pendidikan inklusi, sekolah luar biasa, dan pendidikan berbasis masyarakat."
Menurutnya, pemerintah menjalankan tiga strategi utama dalam pendidikan ABK yaitu memperkuat pendidikan inklusif di sekolah umum, meningkatkan kapasitas sekolah luar biasa, serta mengembangkan pendidikan inklusi berbasis masyarakat.
Pendidikan inklusif, kata dia, bertujuan agar ABK dapat belajar bersama siswa lain sehingga tumbuh rasa percaya diri sekaligus empati di lingkungan sekolah.
Pemerintah juga menyempurnakan sistem penerimaan murid baru melalui empat jalur yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.
Ia menjelaskan jalur afirmasi memberikan prioritas bagi siswa dari keluarga kurang mampu serta ABK agar mendapatkan akses pendidikan yang lebih luas.
Abdul Mu'ti menegaskan "Anak-anak berkebutuhan khusus tidak boleh dikucilkan, mereka adalah bagian dari anak Indonesia yang harus kita rangkul dan kembangkan potensinya."
Ia juga menyoroti masih adanya stigma di masyarakat terhadap ABK yang menyebabkan sebagian keluarga menutup kondisi anaknya sehingga edukasi publik dinilai penting untuk mengubah cara pandang tersebut.
Serah Terima Pengelolaan SLB Yakut
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu'ti mengapresiasi Yayasan Kesejahteraan Usaha Tama yang telah merintis SLB B Yakut sejak 1961 hingga berkembang di Jawa Tengah.
Ia mengatakan "Ini contoh nyata bagaimana kita menyalakan terang di tengah kegelapan, memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan."
Ketua Yayasan Kesejahteraan Usaha Tama Agung Praptapa menyatakan pihaknya menyerahkan pengelolaan SLB B Yakut kepada Muhammadiyah untuk melanjutkan amanah dan memperluas manfaat.
Ia mengatakan "Semua yang ada di sini (SLB B), mulai dari bangunan, siswa, guru, hingga pengelolaan keuangan, kami serahkan sepenuhnya kepada Muhammadiyah."
Saat ini SLB Yakut memiliki lebih dari 300 siswa yang terdiri atas 119 siswa SLB B dan 200 siswa SLB C dengan dukungan tenaga pengajar berdedikasi.
Ketua PDM Banyumas M Djohar menyatakan kesiapan pihaknya dalam menerima amanah tersebut.
Ia menyampaikan "Atas nama Persyarikatan Muhammadiyah kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan ini. Ini amanah besar yang harus kami jalankan sebaik-baiknya."
Penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan SLB B Yakut dilakukan dan disaksikan berbagai pihak terkait sebagai bentuk resmi peralihan pengelolaan.
- Penulis :
- Shila Glorya







