HOME  ⁄  Nasional

Kementerian HAM Jalani Penilaian Guinness World Records Usai Gelar Pendidikan HAM dengan Ribuan Peserta

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementerian HAM Jalani Penilaian Guinness World Records Usai Gelar Pendidikan HAM dengan Ribuan Peserta
Foto: Menteri HAM Natalius Pigai saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu 10/6/2026 (sumber: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Pantau - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyatakan Kementerian HAM sedang menjalani proses penilaian oleh Guinness World Records terkait penyelenggaraan program pendidikan hak asasi manusia dalam skala besar yang diklaim melibatkan jumlah peserta melampaui rekor dunia saat ini.

Penilaian Rekor Dunia Pendidikan HAM

Pernyataan tersebut disampaikan Natalius Pigai saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Pigai menyampaikan harapannya agar Kementerian HAM berhasil memperoleh pengakuan dari Guinness World Records.

“Mudah-mudahan jadi, bisa juga ada negara lain yang unggul. Insya Allah bisa,” ungkapnya.

Menurut Pigai, rekor dunia pendidikan HAM dengan jumlah peserta terbanyak saat ini dipegang oleh Uruguay dengan sekitar 3.000 peserta.

Ia mengatakan jumlah peserta program pendidikan HAM yang diselenggarakan Kementerian HAM telah melampaui angka tersebut.

Pigai mengungkapkan bahwa Kementerian HAM pernah menggelar kegiatan pendidikan HAM di Sumatera Utara dengan jumlah peserta mencapai 6.000 orang.

Berdasarkan capaian tersebut, ia menyatakan keyakinannya bahwa Kementerian HAM akan menerima penghargaan rekor dunia.

“Ini sekadar informasi, insyaallah. Dulu saya bilang Kementerian HAM akan menghadirkan Presiden Dewan HAM PBB, sembilan hari kemudian,” ujarnya.

Dorong Edukasi HAM untuk Seluruh Masyarakat

Pigai menegaskan keinginannya agar pemahaman mengenai hak asasi manusia dapat dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, belum tentu setiap orang memahami definisi hak asasi manusia secara utuh.

Ia menilai istilah hak asasi manusia masih sering dikaitkan hanya dengan berbagai kasus atau pelanggaran yang terjadi.

Karena itu, Pigai mengajak semua pihak untuk kembali menggencarkan edukasi dan pemahaman mengenai hak asasi manusia.

Pigai juga berpendapat bahwa hak asasi manusia merupakan pemberian dari Tuhan.

“Saya mendedikasikan diri untuk membangun HAM di Indonesia,” ungkapnya.

Penulis :
Shila Glorya