
Pantau - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan konflik di Timur Tengah menyebabkan lonjakan biaya impor bahan bakar fosil Uni Eropa hingga 25 miliar euro atau sekitar Rp505 triliun.
Dampak Langsung Konflik terhadap Energi
"Setelah 55 hari konflik di Timur Tengah, dampaknya terasa nyata. Sejak awal konflik ini, tagihan kita untuk impor bahan bakar fosil telah melonjak lebih dari 25 miliar euro tanpa adanya tambahan energi sedikit pun," ungkap von der Leyen dalam konferensi pers.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan informal para pemimpin Uni Eropa di Siprus yang membahas perkembangan geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah dan Ukraina.
Menurutnya, Uni Eropa saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi krisis energi dan kemungkinan kekurangan listrik.
Meski demikian, ia menilai situasi tersebut belum berada pada tahap yang mengkhawatirkan.
Ketegangan Kawasan dan Dampak Global
Konflik di Timur Tengah meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Pada 7 April 2026, kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
Ketegangan di kawasan juga berdampak pada jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz.
Gangguan pelayaran di jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair itu memicu kenaikan harga bahan bakar di pasar internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







