
Pantau - Mantan juara dunia tiga divisi Junto Nakatani memfokuskan diri pada strategi khusus untuk menghadapi juara dunia tak terbantahkan kelas super bantam Naoya Inoue dalam pertarungan yang dijadwalkan berlangsung di Tokyo Dome, Jepang, pada 2 Mei 2026.
Persiapan Teknis dan Strategi Nakatani
Nakatani menegaskan pendekatannya jelang duel besar tersebut dengan menyatakan, "Saya memasuki ring dengan memikirkan strategi saya, menjaga jarak, dan bahwa ini adalah momen yang telah saya persiapkan sepanjang hidup saya."
Ia juga menambahkan, "Saya tahu banyak orang menganggap Naoya tidak terkalahkan, tetapi saya tidak memasuki ring dengan memikirkan hal itu," ungkapnya.
Petinju berusia 27 tahun itu telah menjalani sesi latihan terbuka yang memperlihatkan kesiapan teknis dan fisik yang matang.
Dalam sesi tersebut, Nakatani menunjukkan keunggulan jangkauan tangan serta posisi kidal yang dinilai semakin solid dan berbahaya.
Ia juga memperagakan kombinasi pukulan uppercut dan hook ke tubuh dengan kekuatan yang sesuai untuk kelas super bantam.
Tim pelatihnya menyebut bahwa pemusatan latihan difokuskan pada mobilitas lateral, pengaturan jarak, serta penyesuaian ritme guna mengimbangi gaya agresif lawan.
Strategi tersebut dirancang untuk meredam tekanan konstan dan kekuatan eksplosif yang menjadi ciri khas Inoue.
Rekor dan Laga Besar di Tokyo Dome
Nakatani datang dengan rekor tak terkalahkan, yakni 32 kemenangan dengan 24 di antaranya diraih melalui KO.
Sementara itu, Naoya Inoue yang dijuluki "The Monster" memiliki catatan 30 kemenangan dengan 27 KO.
Inoue saat ini menyandang status juara dunia tak terbantahkan kelas super bantam dengan sabuk WBA, WBC, IBF, dan WBO.
Ia juga merupakan mantan juara tak terbantahkan kelas bantam serta dikenal sebagai salah satu petinju terbaik pound-for-pound di dunia.
Pertarungan ini menjadi salah satu duel sesama petinju Jepang paling dinantikan dalam sejarah tinju modern.
Selain laga utama tersebut, rangkaian pertandingan di Tokyo Dome juga akan menampilkan Takuma Inoue yang mempertahankan gelar WBC kelas bantam melawan petinju legendaris Jepang Kazuto Ioka.
- Penulis :
- Aditya Yohan







