
Pantau - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendorong penguatan multilateralisme serta kerja sama regional dan global untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks dalam Tokyo Conference yang berlangsung pada 10–12 Maret di Tokyo, Jepang.
SBY Soroti Pentingnya Kerja Sama Global
SBY hadir sebagai pembicara utama bersama mantan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida yang juga menjabat Kepala Penasihat Tokyo Conference.
Informasi tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, melalui rilis pers Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo.
Nurmala menjelaskan kehadiran SBY bertujuan menyumbangkan gagasan mengenai opsi Asia dalam Age of Power serta pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional.
Dalam paparannya, SBY mendorong negara-negara dunia memperkuat kerja sama regional dan global untuk menghadapi dinamika geopolitik yang semakin rumit.
Ia juga menegaskan perlunya membangun kembali multilateralisme sebagai mekanisme kerja sama antarnegara.
SBY menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya pelanggaran hukum internasional di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.
Ia mencontohkan beberapa konflik yang dinilai melanggar hukum internasional, seperti serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran serta perang yang terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina.
"Hukum internasional sudah tidak lagi dipatuhi, bahkan diabaikan. Padahal power atau kekuasaan itu perlu dikontrol," kata SBY.
Ia menambahkan, "Alat untuk mengontrol power adalah dengan power yang lainnya."
Asia Dinilai Paling Terdampak Konflik Global
SBY juga menekankan bahwa tatanan dunia yang berbasis aturan sedang menghadapi tantangan baru.
Ia mengajak negara-negara dunia untuk mengedepankan dialog serta kembali duduk bersama demi kepentingan internasional yang lebih luas.
Menurut Nurmala, pandangan SBY tersebut sejalan dengan pernyataan Kishida yang menilai Asia menjadi kawasan yang paling terdampak oleh kebijakan negara-negara besar dan konflik antarnegara.
Dalam konferensi itu, sejumlah pembicara lain juga menyoroti pentingnya promosi multilateralisme bagi negara-negara yang bekerja sama dalam isu perdamaian global.
SBY Pimpin Asian Leaders Roundtable
Sehari sebelum Tokyo Conference, juga digelar Asian Leaders Roundtable dengan tema Asia’s Options in an Age of Power How to defend and rebuild the rules-based multilateral order.
Dalam forum tersebut, SBY bertindak sebagai Co-Chair bersama Kishida.
Panelis dari Indonesia yang hadir dalam sesi itu antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta mantan Duta Besar Indonesia untuk Inggris Rizal Sukma.
- Penulis :
- Arian Mesa







