
Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa seluruh kebijakan pemerintahannya selalu dikoordinasikan dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan yang memuji partisipasi masyarakat Iran dalam aksi unjuk rasa Hari Quds Internasional yang digelar di seluruh wilayah Iran.
Pesan tersebut dilaporkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.
Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintahannya tidak mengusulkan maupun melaksanakan kebijakan apa pun tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemimpin Tertinggi negara tersebut.
Ia menyampaikan bahwa dirinya berkewajiban mematuhi arahan dari kepemimpinan negara sesuai dengan kriteria keagamaan, hukum, dan nasional.
Ia menyampaikan "Kepatuhan ini telah dan akan tetap menjadi salah satu prinsip sekaligus landasan solidaritas nasional, serta menjadi dasar bagi tindakan pemerintah Iran ke-14", ungkapnya.
Fokus Pemerintah pada Pertahanan Nasional
Presiden Iran menyatakan bahwa prioritas utama pemerintahannya adalah mempersiapkan pertahanan komprehensif angkatan bersenjata Iran.
Persiapan tersebut dilakukan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Iran juga menyatakan tetap fokus mengelola urusan masyarakat di tengah situasi konflik yang terjadi.
Latar Belakang Serangan dan Pergantian Pemimpin Tertinggi
Pada 28 Februari Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran serta beberapa kota lain di Iran.
Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei bersama sejumlah komandan militer senior serta warga sipil.
Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan meluncurkan beberapa gelombang rudal dan drone.
Serangan balasan tersebut menargetkan wilayah Israel serta pangkalan dan aset milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Majelis Ahli Iran pada 8 Maret menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran.
Mojtaba Khamenei ditunjuk untuk menggantikan ayahnya Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







