Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Uni Eropa Siap Ambil Langkah Tegas Jika AS Langgar Komitmen Perjanjian Perdagangan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Uni Eropa Siap Ambil Langkah Tegas Jika AS Langgar Komitmen Perjanjian Perdagangan
Foto: (Sumber : Seorang perempuan menelepon menggunakan iPhone di geung Berlaymont, markas Komisi Eropa di Brussel, Belgia, pada 4 Maret 2024. ANTARA/Xinhua/Meng Dingbo.)

Pantau - Komisi Eropa menyatakan akan memberikan respons tegas dan proporsional terhadap setiap pelanggaran komitmen dalam perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah Amerika Serikat meluncurkan investigasi Pasal 301 terhadap 16 entitas ekonomi termasuk Uni Eropa.

Wakil Kepala Juru Bicara Komisi Eropa Olof Gill mengatakan pihaknya akan meninjau secara cermat rincian penyelidikan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Komisi Eropa juga akan memastikan bahwa kepentingan Uni Eropa tetap terlindungi sepenuhnya dalam proses tersebut.

Gill menyatakan pihaknya akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada pemerintah Amerika Serikat terkait pelaksanaan investigasi tersebut.

Klarifikasi tersebut berkaitan dengan bagaimana investigasi Pasal 301 akan berinteraksi dengan kerangka kerja yang telah disepakati dalam pernyataan bersama antara Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Ia mengatakan, "Komisi Eropa akan menanggapi dengan tegas dan proporsional terhadap setiap pelanggaran komitmen dalam pernyataan bersama".

Latar Belakang Perjanjian Dagang UE dan AS

Berdasarkan perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat yang disepakati pada Juli tahun lalu, kedua pihak telah menyepakati sejumlah kebijakan tarif perdagangan.

Dalam kesepakatan tersebut Uni Eropa setuju untuk menghapus tarif atas seluruh produk industri dari Amerika Serikat yang masuk ke pasar Eropa.

Selain itu Uni Eropa juga menerapkan kuota tarif untuk berbagai produk pertanian pangan Amerika Serikat.

Sebagai imbalannya pemerintah Amerika Serikat menetapkan batas tarif sebesar 15 persen untuk sebagian besar barang Uni Eropa yang diekspor ke pasar Amerika Serikat.

Langkah investigasi terbaru dari pemerintah Amerika Serikat tersebut kini menjadi perhatian Uni Eropa karena dinilai berpotensi mempengaruhi komitmen yang telah disepakati kedua pihak.

Penulis :
Aditya Yohan