
Pantau - PT Pertamina (Persero) menyatakan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi strategi utama perusahaan dalam menciptakan dampak berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan perusahaan berkomitmen mendampingi UMKM agar semakin tangguh, adaptif, dan mampu bersaing hingga menembus pasar global.
Ia menyampaikan, "Ajang dalam rangka memperingati Hari Kartini ini menjadi wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendorong UMKM agar semakin tangguh dan mampu naik kelas di tengah dinamika global."
Program Pembinaan dan Tantangan Global
Pertamina menjalankan program pemberdayaan melalui Rumah BUMN, termasuk webinar Kartini 2026 yang diikuti lebih dari 500 pelaku UMKM dari berbagai daerah.
Vice President CSR and SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto menyoroti tantangan ekonomi global seperti kenaikan biaya produksi yang memengaruhi daya jual UMKM.
Ia mengatakan, "Saat ini, UMKM sedang diuji daya tahannya. Namun, indikator ekonomi kita menunjukkan kondisi yang cukup baik. Ketahanan yang kuat harus diiringi dengan inovasi dan kegigihan agar UMKM mampu membuka peluang pasar baru dan terus meningkatkan daya saingnya."
Capaian Program dan Dukungan Berkelanjutan
Melalui 30 Rumah BUMN, Pertamina telah membina 15.884 UMKM di seluruh Indonesia.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Pertamina memfasilitasi 1.323 sertifikasi, 267 pelatihan, serta 179 pameran lokal bagi UMKM binaan.
Baron menambahkan, "Dengan langkah ini, UMKM tak hanya bertahan, tapi melaju lebih kuat sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional."
Informasi tambahan menyebutkan momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk mendorong semangat inovasi dan efisiensi energi sebagai kunci peningkatan daya saing UMKM di pasar global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



