
Pantau - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa paduan teknologi dan kreativitas menjadi kunci utama bagi pelaku UMKM agar tetap eksis dan berkembang di tengah krisis ekonomi.
Strategi Creative-Tech Fusion
“Strategi yang dapat dilakukan adalah creative-tech fusion, yaitu menggabungkan kreativitas dengan platform teknologi,” ujarnya.
Ia menjelaskan UMKM telah terbukti menjadi sektor yang tangguh dalam menghadapi berbagai guncangan ekonomi selama puluhan tahun.
Namun, di era digital saat ini, pelaku usaha dituntut tidak hanya bertahan tetapi juga mampu beradaptasi dan tumbuh melalui pemanfaatan teknologi.
Kemampuan mengelola konten, membangun merek, serta memanfaatkan platform digital dinilai penting untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Tantangan Digitalisasi dan Dukungan Pemerintah
Dari sekitar 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang telah masuk ke ekosistem digital.
Di sisi lain, penetrasi internet telah mencapai lebih dari 80 persen populasi atau sekitar 231 juta penduduk, sehingga membuka peluang besar bagi pengembangan usaha.
“Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengelola akun, menerapkan digital marketing, serta membangun audiens untuk memperluas jangkauan pasar,” ungkapnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menghadirkan program UMKM Go Digital guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
Melalui program ini, pelaku UMKM dapat mengakses pelatihan pemasaran digital hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).
“Pelaku UMKM dapat mempelajari digital marketing serta adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk mengoptimalkan bisnis,” katanya.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan







