
Pantau - Ekonom mendorong pemerintah Indonesia untuk menata ulang hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat guna memperkuat kemandirian strategi nasional di tengah dinamika sistem global yang semakin multipolar.
Dorongan Kemandirian Strategis
Ekonom Senior Universitas Binawan Farouk Abdullah Alwyni menyatakan momentum perubahan global harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia.
“Momentum ini perlu dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai negara berdaulat yang mampu menentukan arah kebijakan ekonominya sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan lanskap geoekonomi dunia saat ini ditandai dengan upaya berbagai negara mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat.
Menurutnya, langkah tersebut juga tercermin dari kebijakan sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong yang mendorong skenario “the world minus one”.
Di kawasan regional, Malaysia juga mulai mengambil langkah serupa dengan meninjau ulang kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat.
Diversifikasi Mitra dan Arah Kebijakan Indonesia
Farouk menilai Indonesia perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat, termasuk mengurangi ketergantungan struktural terhadap kebijakan ekonomi yang dinilai fluktuatif.
Ia menegaskan langkah tersebut bukan bentuk konfrontasi, melainkan upaya menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
Presiden Prabowo Subianto disebut telah melakukan langkah konkret melalui kunjungan diplomatik ke Jepang, Korea Selatan, Rusia, dan Prancis sepanjang April 2026.
Langkah ini bertujuan untuk mendiversifikasi mitra strategis serta memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional.
Selain itu, kunjungan ke Moskow juga membahas kerja sama energi sebagai bagian dari penguatan kemitraan alternatif.
Upaya tersebut dinilai sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang menjaga keseimbangan di tengah rivalitas kekuatan global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







