Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Transmigrasi Tindaklanjuti Permohonan Relokasi 60 KK Korban Bencana dari Sumbar ke Padang Tarok

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kementerian Transmigrasi Tindaklanjuti Permohonan Relokasi 60 KK Korban Bencana dari Sumbar ke Padang Tarok
Foto: Rapat komisi V DPR RI dengan para mitra di Jakarta, Selasa 27/1/2026 (sumber: ANTARA/Muzdaffar Fauzan)

Pantau - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menerima permohonan transmigrasi lokal untuk 60 kepala keluarga (KK) dari Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera.

Permohonan tersebut diajukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat dengan usulan lokasi penempatan di Padang Tarok, Kabupaten Sijunjung.

"Selain usulan perbaikan infrastruktur, kami juga menerima permohonan pelaksanaan transmigrasi lokal dari Gubernur Sumatera Barat dengan calon lokasi penempatan di Padang Tarok, Kabupaten Sijunjung sebanyak 60 kepala keluarga," ungkap Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (27 Januari 2026).

Permohonan ini saat ini sedang dalam proses tindak lanjut untuk memastikan warga yang direlokasi mendapatkan kawasan permukiman baru yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Dukungan Pemerintah dalam Pemulihan Pascabencana

Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya dalam melindungi masyarakat terdampak bencana melalui berbagai langkah konkret di lapangan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan darurat warga terdampak bencana.

Selain itu, Kementrans juga menyalurkan 17 paket bantuan ke kawasan eks-transmigrasi di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Utara.

Untuk mengatasi terputusnya akses air akibat kerusakan infrastruktur, Kementrans membangun sarana air bersih di beberapa titik wilayah Aceh.

Fasilitas air bersih tersebut menggunakan sumber air bor dengan kedalaman sekitar 40 meter dan dilengkapi dengan pompa air.

Wamentrans juga menyoroti peran penting Tim Ekspedisi Patriot yang terlibat langsung dalam masa tanggap darurat bencana di Sumatera pada akhir 2025.

" Kami menganggap adanya Tim Ekspedisi Patriot sebagai blessing in disguise. Saat mereka seharusnya segera melakukan evakuasi dari lokasi bencana, namun para Tim Ekspedisi Patriot justru menjadi perpanjangan tangan Kementerian Transmigrasi dalam masa tanggap bencana," ia mengungkapkan.

Tim ini turut membantu memantau data lapangan serta mengidentifikasi kebutuhan warga transmigran di tengah keterbatasan akses.

Wamentrans menyampaikan bahwa dari tiga provinsi yang terdampak bencana, kawasan transmigrasi yang terkena dampak langsung hanya berada di dua wilayah, yakni Provinsi Aceh dan Sumatera Barat.

Penulis :
Leon Weldrick