
Pantau - Rusia dan Ukraina mengakhiri pembicaraan langsung selama dua hari di Uni Emirat Arab (UEA) pada Sabtu, 24 Januari 2026, tanpa menghasilkan kesepakatan konkret atau pernyataan bersama.
Pembahasan Langsung, Hadirkan Tokoh-Tokoh Kunci
Juru bicara pemerintah UEA menyampaikan bahwa interaksi antara kedua pihak berlangsung dalam suasana yang "konstruktif dan positif", meskipun tidak ada kesepakatan yang diumumkan secara resmi.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari ketiga negara, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner sebagai utusan Presiden Amerika Serikat.
Dari pihak Rusia, hadir Kepala Intelijen Militer Igor Kostyukov, sementara dari Ukraina hadir Kepala Kantor Presiden Kyrylo Budanov dan Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Rustem Umerov, bersama sejumlah pejabat senior lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan melalui platform media sosial X bahwa pembicaraan ini melibatkan perwakilan militer dari Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat, dengan fokus pada "parameter yang memungkinkan untuk mengakhiri perang".
Serangan Masih Terjadi, Pembicaraan Berlanjut
Media melaporkan bahwa kemungkinan besar akan ada pembicaraan trilateral lanjutan antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat yang juga akan berlangsung di UEA pada pekan depan.
Meskipun pembicaraan sedang berlangsung, beberapa pejabat Ukraina menyebut bahwa pasukan Rusia tetap melancarkan serangan drone dan rudal berskala besar ke sejumlah wilayah, termasuk ke ibu kota Kiev.
Pemerintah UEA dalam pernyataan sebelumnya menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya diplomatik untuk mendorong dialog dan menjajaki solusi politik potensial bagi krisis Ukraina.
Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, dalam pertemuan dengan kepala delegasi pada Jumat, 23 Januari 2026, menegaskan bahwa negaranya mendukung semua upaya penyelesaian krisis Ukraina demi perdamaian dan stabilitas yang menguntungkan semua pihak dan dunia internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka







