
Pantau - Sebagian besar negara anggota Uni Eropa menolak undangan Amerika Serikat untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, menurut laporan Financial Times yang terbit pada Rabu, 21 Januari 2026.
Penolakan ini muncul karena kekhawatiran negara-negara Eropa bahwa inisiatif Amerika Serikat berpotensi menggeser peran Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai forum utama dalam penyelesaian konflik internasional.
Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah diketahui bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin juga diundang untuk bergabung dalam dewan tersebut.
Komposisi dan Tujuan Dewan Perdamaian Gaza
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza sebagai bagian dari upaya perdamaian di wilayah tersebut.
Keanggotaan dewan ini melibatkan sejumlah tokoh penting, seperti Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga, dan Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Selain itu, Trump juga mengundang pemimpin dari berbagai negara lain, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarus.
Rusia Menanggapi dengan Hati-Hati
Pada Selasa, 20 Januari 2026, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa Presiden Putin telah menerima undangan resmi dari Amerika Serikat.
"Rusia telah menerima undangan tersebut, tetapi kami belum menerima rincian lebih lanjut mengenai inisiatif ini," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Moskow berharap dapat memperoleh penjelasan lebih lanjut saat melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pihak AS.
- Penulis :
- Leon Weldrick







