Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Greenland Tak Hadapi Ancaman Militer Langsung, Namun Jadi Sorotan karena Jalur Laut Utara

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Greenland Tak Hadapi Ancaman Militer Langsung, Namun Jadi Sorotan karena Jalur Laut Utara
Foto: Arsip foto - Kapal perang Denmark berpatroli di perairan Greenland (sumber: Anadolu)

Pantau - Greenland tidak menghadapi ancaman militer langsung dari Rusia maupun China, namun wilayah ini tetap menjadi perhatian Amerika Serikat karena meningkatnya aktivitas dua negara tersebut di kawasan Arktik.

Anggota Parlemen Greenland, Kuno Fencker, menyatakan bahwa dinamika di Arktik saat ini lebih disebabkan oleh terbukanya jalur pelayaran baru seperti Rute Laut Utara (Northern Sea Route atau NSR), bukan oleh potensi konflik militer.

Aktivitas China dan Rusia Jadi Perhatian AS

"Kompetisi di Greenland akan terjadi terkait Rute Laut Utara dan jalur barat laut," ungkap Fencker.

Ia juga menegaskan, "Saya tidak melihat akan adanya ancaman kekuatan militer langsung dari Rusia ataupun China."

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa terdapat dua kapal pemecah es milik China yang melintasi perairan Greenland baru-baru ini.

"Kapal-kapal pemecah es itu berlayar melewati perairan Greenland, dan ini tentu adalah suatu hal yang diamati betul oleh AS," katanya.

Dua Kapal Pemecah Es China Lewat Greenland

Fencker merujuk pada dua kapal pemecah es China bernama Xue Long 1 dan Xue Long 2 yang diketahui beroperasi di wilayah tersebut.

Keberadaan kapal-kapal itu mencerminkan ketertarikan China terhadap jalur pelayaran baru di Arktik yang menjadi semakin terbuka akibat mencairnya es.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai tindakan agresif atau militer dari kedua negara tersebut di sekitar Greenland.

AS terus memantau aktivitas di kawasan Arktik, termasuk kehadiran kapal asing, sebagai bagian dari strategi geopolitik dan pengamanan wilayah utara.

Penulis :
Leon Weldrick