
Pantau - Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyatakan negaranya tidak takut terhadap kemungkinan tekanan ekonomi dari Amerika Serikat setelah Spanyol menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer di wilayahnya untuk menyerang Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Albares dalam wawancara dengan penyiar publik TVE pada Kamis 12 Maret.
Ia mengatakan, "Kami tidak takut apa pun. Mengapa Spanyol harus dikenai tindakan atau tekanan apa pun? Karena menjadi mitra Eropa yang solid? Karena menjadi sekutu NATO yang dapat diandalkan, yang saat ini melindungi wilayah udara negara-negara Baltik? Karena menjadi mitra dagang penting bagi AS?".
Menurut Albares Spanyol tetap berkomitmen menjalankan perannya sebagai anggota Uni Eropa dan sekutu NATO yang dapat diandalkan.
Spanyol Tolak Penggunaan Pangkalan Militer
Pemerintah Spanyol sebelumnya menentang serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Madrid menilai operasi militer tersebut tidak sejalan dengan hukum internasional.
Sebagai bentuk sikap politik tersebut pemerintah Spanyol melarang penggunaan pangkalan militer Rota dan Moron yang berada di wilayahnya untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.
Keputusan tersebut memicu reaksi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Trump dilaporkan mengancam Spanyol dengan langkah ekonomi sebagai respons atas keputusan tersebut.
Tekanan terhadap UE Dinilai Berdampak Luas
Albares menegaskan bahwa tekanan ekonomi terhadap satu negara anggota Uni Eropa pada dasarnya juga akan berdampak pada seluruh pasar tunggal Uni Eropa.
Menurutnya hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa saling terkait sehingga langkah tekanan ekonomi berpotensi mempengaruhi hubungan perdagangan yang lebih luas.
Salah satu langkah yang disebutkan adalah kemungkinan pemutusan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Spanyol.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








