
Pantau - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuding bahwa para pemimpin Eropa menggunakan Forum Ekonomi Dunia di Davos untuk memengaruhi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik Ukraina.
Lavrov menyebut bahwa sejumlah pertemuan yang digelar di Davos dimaksudkan untuk kembali mengkritik Presiden Trump menggunakan pendekatan yang menurutnya sudah gagal.
"Beberapa pertemuan telah diumumkan di Davos hari ini atau besok, di mana mereka akan kembali mengkritik Presiden Trump dengan pendekatan-pendekatan yang sepenuhnya sudah terdiskreditkan dan gagal," ungkapnya.
Pernyataan ini disampaikan Lavrov dalam konferensi pers tahunan yang membahas hasil diplomasi Rusia selama tahun 2025.
AS Dinilai Pahami Akar Konflik Ukraina
Lavrov meyakini bahwa Amerika Serikat memahami pentingnya membahas akar konflik di Ukraina secara menyeluruh.
Ia menyatakan bahwa pemerintahan Trump telah mengusulkan berbagai solusi yang memperhatikan kebutuhan untuk menyelesaikan konflik tersebut secara menyeluruh.
Namun di saat yang sama, menurut Lavrov, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bersama dengan sejumlah negara Eropa sedang berupaya mendorong Amerika Serikat agar mendukung gagasan gencatan senjata.
"Namun tentu saja, kita tidak boleh membiarkan rezim Kiev kembali mempersenjatai dirinya sendiri dan memberinya kesempatan untuk bernapas lega dan kembali menyerang Rusia," tegasnya.
Rusia Tolak Jaminan Keamanan untuk Ukraina
Lavrov menyebut bahwa Ukraina saat ini dalam kondisi buruk, baik secara militer di medan perang maupun secara politik di dalam negeri.
Menurutnya, setiap usulan yang bertujuan untuk mempertahankan pemerintahan di Kiev tidak dapat diterima oleh Rusia.
"Jaminan keamanan yang dibicarakan dengan hormat oleh para kolega Eropa, seraya mempromosikan kontribusi mereka dalam memastikan kepentingan perdamaian, jaminan keamanan ini diberikan untuk rezim Nazi Kiev saat ini, kita tidak boleh melupakan soal ini," ia mengungkapkan.
Lavrov menegaskan bahwa Rusia akan tetap menolak setiap inisiatif yang dinilai hanya memperpanjang konflik dan tidak menyentuh akar permasalahan.
- Penulis :
- Leon Weldrick






