
Pantau - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa anggaran untuk antisipasi banjir tidak akan dipangkas, termasuk normalisasi sungai dan pembelian pompa baru.
Anggaran dan Strategi Penanganan Banjir
Pramono mengatakan, penanganan banjir dan cuaca buruk harus dipersiapkan secara matang, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah disiapkan untuk satu bulan, ungkapnya.
Pemprov DKI Jakarta menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk membiayai OMC, dan Pramono memantau pelaksanaan setiap hari, tambahnya.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi BPBD DKI, Mohammad Yohan, menyampaikan bahwa anggaran total untuk antisipasi hujan dan banjir sepanjang 2026 sebesar Rp31 miliar, ungkapnya.
Awalnya anggaran OMC hanya Rp7 miliar, tetapi ditambah berdasarkan rekomendasi BMKG dan rencana pelaksanaan OMC pada musim kemarau, jelasnya.
Rencana OMC Musim Kemarau dan Musim Hujan
OMC pada musim kemarau akan difokuskan agar hujan turun di daratan, berbeda dengan OMC saat musim hujan yang dilakukan agar hujan turun di laut, ungkap Pramono.
Tidak semua anggaran OMC dijamin terserap; jika kondisi dinilai cukup aman, OMC tidak akan dilakukan. Untuk periode awal dan pertengahan tahun, disiapkan Rp7 miliar, tambahnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







