
Pantau - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-10 Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Makassar pada Sabtu, 24 Januari 2026, diisi dengan sesi sejarah budaya yang menyoroti kisah “Marege” — hubungan berabad-abad antara orang Makassar dan suku Aborigin Australia.
Acara ini bertujuan mempererat hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia, khususnya dengan wilayah timur Indonesia yang memiliki sejarah keterkaitan panjang dengan Australia Utara.
Sesi storytelling dari Marege Institut menggambarkan pelayaran perahu tradisional padewakang dari Makassar ke Marege (sekarang Arnhem Land, Australia Utara) sejak abad ke-17.
Orang Makassar dahulu mencari teripang di wilayah tersebut dan menjalin persaudaraan dengan suku Yolngu dari masyarakat Aborigin.
Hubungan Budaya dan Alumni Jadi Penguat Diplomasi
Konjen Australia, Todd Dias, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni diplomatik, tetapi juga pengakuan atas sejarah panjang hubungan budaya antara Makassar dan Australia.
Ia menyebut kisah Marege sebagai warisan penting yang menjadi fondasi hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Sementara itu, Presiden IKA Australia Sulsel, Prof. Jamaluddin Jompa, menyatakan bahwa para alumni pendidikan Australia siap terus memperkuat kerja sama bilateral, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan komunitas.
Perayaan dan Simbol Persahabatan Strategis
Acara HUT ke-10 juga diramaikan dengan gala dinner, pertemuan alumni Australia (OzAlum), serta penyediaan booth produk UMKM sebagai bagian dari kemitraan ekonomi dan budaya.
Selain menjadi ajang nostalgia dan kolaborasi, kegiatan ini mencerminkan penguatan kerja sama jangka panjang antara kedua negara.
Peringatan HUT Konjen Australia ini juga dimaknai sebagai simbol kelanjutan persahabatan budaya dan ekonomi yang telah terjalin sejak masa pra-kemerdekaan Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka








