Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Sinergi Perkebunan dan Perhutanan Sosial Jadi Fondasi Hutan Lestari dan Pekebun Sejahtera

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sinergi Perkebunan dan Perhutanan Sosial Jadi Fondasi Hutan Lestari dan Pekebun Sejahtera
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Anggota lembaga pengelola hutan adat (LPHA) mengupas kulit pohon kemenyan di Hutan Adat Nenek Limo Hiang Tinggi Nenek Empat Betung Kuning Muara Air Dua, Kerinci, Jambi, Sabtu (28/6/2025). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU..)

Pantau - Program komoditas unggulan perkebunan nasional dinilai memiliki peluang besar untuk diintegrasikan dengan Perhutanan Sosial guna memperkuat nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat desa hutan tanpa mengorbankan fungsi ekologis.

Integrasi tersebut menempatkan kawasan hutan sebagai ruang produksi lestari melalui pendekatan agroforestri yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem.

Kementerian Kehutanan menegaskan empat dari tujuh komoditas strategis perkebunan nasional merupakan tanaman berkayu sehingga sinergi hilirisasi perkebunan dan pengelolaan hutan menjadi langkah logis dan strategis.

Hilirisasi Perkebunan Perkuat Ekonomi Desa Hutan

Kementerian Pertanian telah menetapkan peta jalan hilirisasi perkebunan nasional yang berfokus pada peningkatan produksi, produktivitas, nilai tambah, dan daya saing komoditas strategis.

Program hilirisasi mencakup tujuh komoditas utama yaitu tebu, kelapa, kakao, kopi, lada, pala, dan jambu mete.

Total anggaran hilirisasi perkebunan mencapai sekitar Rp9,95 triliun untuk pengembangan kawasan seluas sekitar 870 ribu hektare.

Program tersebut diproyeksikan menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja baru di sektor perkebunan dan industri turunannya.

Hilirisasi digencarkan agar petani tidak lagi menjual bahan mentah, melainkan mengolah hasil perkebunan di dalam negeri.

Nilai tambah dari pengolahan komoditas diharapkan dinikmati langsung oleh petani dan daerah.

Sinergi lintas sektor, termasuk optimalisasi lahan perhutanan sosial, menjadi penopang ketersediaan bahan baku berkelanjutan.

Agroforestri Jaga Ekologi dan Dukung Target Iklim

Dari perspektif lingkungan, integrasi perkebunan dan perhutanan sosial memberikan manfaat mendasar bagi pelestarian hutan.

Pola agroforestri multi-komoditas mampu menjaga tutupan hutan, memperbaiki kesuburan tanah, dan mempertahankan tata air.

Keanekaragaman hayati tetap terlindungi melalui sistem tanam berkelanjutan dengan komoditas seperti kopi, kakao, pala, dan kelapa yang tumbuh di bawah naungan pohon besar.

Pola tersebut membantu menjaga mikroklimat hutan dan mengendalikan emisi karbon.

Model wanatani karet terbukti lebih ramah lingkungan dibandingkan sistem monokultur.

Perhutanan sosial berkontribusi pada pencapaian komitmen iklim nasional melalui target net sink 2030 pada skema Forest and Other Land Use.

Program ini juga membuka peluang insentif karbon bagi komunitas desa hutan.

Fondasi Pembangunan Berkelanjutan dan Berdaya Saing

Di wilayah pesisir, perhutanan sosial mendorong pengembangan ekonomi biru melalui pengelolaan mangrove yang produktif dan protektif.

Integrasi perkebunan dan perhutanan sosial dinilai menjadi fondasi pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

Pengembangan komoditas unggulan di kawasan perhutanan sosial memperpanjang rantai nilai dan mendorong tumbuhnya industri berbasis sumber daya lokal.

Komoditas perkebunan tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih besar.

Penulis :
Ahmad Yusuf