Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wamentan Sudaryono Ajak GP Ansor Jawa Tengah Bentuk Brigade Pangan untuk Percepat Swasembada Pangan Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Wamentan Sudaryono Ajak GP Ansor Jawa Tengah Bentuk Brigade Pangan untuk Percepat Swasembada Pangan Nasional
Foto: Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menghadiri Silahturahmi dan Buka Puasa bersama GP Ansor Jawa Tengah (Jateng), di Semarang, Jateng, Minggu 15/3/2026 (sumber: Kementan)

Pantau - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menggandeng Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah untuk berperan aktif menyukseskan program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan bersama jajaran GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah, pemerintah menegaskan membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan untuk terlibat langsung dalam berbagai program strategis Kementerian Pertanian.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan, "Saya ingin GP Ansor Jawa Tengah ikut aktif menyukseskan program swasembada pangan Presiden. Ada beberapa program yang bisa dimanfaatkan langsung oleh kader-kader Ansor".

Program Brigade Pangan untuk Pemuda

Salah satu program yang ditawarkan pemerintah adalah Brigade Pangan yang merupakan pengelolaan lahan pertanian seluas sekitar 200 hektare oleh satu kelompok yang terdiri dari 15 orang.

Kelompok yang tergabung dalam Brigade Pangan akan memperoleh dukungan alat dan mesin pertanian dengan nilai sekitar Rp3 miliar.

Sudaryono menjelaskan, "Brigade Pangan ini lengkap dengan mekanisasinya. Nilainya sekitar Rp3 miliar dan diberikan gratis. Saya mengundang GP Ansor Jawa Tengah untuk membentuk minimal satu atau dua brigade. Silakan siapkan lahannya, nanti kita dukung dengan alsintan".

Program Brigade Pangan tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pemuda yang terlibat dalam pengelolaan lahan pertanian tersebut.

Selain Brigade Pangan, pemerintah juga membuka peluang dukungan mekanisasi pertanian di berbagai daerah lumbung pangan di Jawa Tengah seperti Grobogan, Boyolali, Sragen, dan Demak.

Kader GP Ansor dapat mengajukan kebutuhan alat pertanian modern seperti traktor dan peralatan lainnya untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah masing-masing.

Dukungan Program Perkebunan dan Hortikultura

Pemerintah juga mendorong penguatan sektor perkebunan dan hortikultura melalui program peremajaan komoditas dengan total alokasi anggaran mencapai Rp9,9 triliun.

Program tersebut mencakup berbagai komoditas strategis antara lain tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, lada, dan pala.

Sudaryono mengatakan, "Silakan dipilih komoditas yang cocok dan punya lahannya. Laporkan melalui pengurus Ansor, nanti bibitnya kita siapkan gratis. Mau seratus hektare, seribu hektare, semuanya bisa kita dukung".

Pemerintah berharap GP Ansor dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan serta mengawal berbagai program pertanian hingga ke tingkat masyarakat.

Keterlibatan organisasi kepemudaan dinilai penting agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sudaryono menambahkan, "GP Ansor bisa menjadi mata, telinga, dan penyambung lidah pemerintah pusat, khususnya dalam menyampaikan program-program pertanian kepada masyarakat".

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Shidqon Prabowo menyambut baik kolaborasi tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah di sektor pertanian.

Ia menjelaskan bahwa GP Ansor selama ini juga menjalankan berbagai program pelayanan masyarakat termasuk penguatan ekonomi kader dan ketahanan pangan.

Kader Ansor Jawa Tengah telah menjalankan sejumlah program ekonomi produktif salah satunya pengembangan pertanian hortikultura melalui penanaman alpukat di wilayah Boyolali.

Selain itu GP Ansor juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti mitigasi bencana dan pelayanan masyarakat melalui berbagai lembaga yang dimiliki organisasi.

Shidqon menegaskan komitmen organisasi dengan mengatakan, "Ansor memiliki komitmen sebagai khadimul ummah atau pelayan masyarakat. Karena itu, kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, termasuk dengan Kementerian Pertanian, untuk mendukung program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat".

Melalui kolaborasi tersebut diharapkan peran pemuda dalam sektor pertanian semakin kuat sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Penulis :
Shila Glorya