Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Duta Besar Iran Tegaskan Keamanan Selat Hormuz Harus Berlaku untuk Semua Negara

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Duta Besar Iran Tegaskan Keamanan Selat Hormuz Harus Berlaku untuk Semua Negara
Foto: (Sumber: Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. ANTARA/Xinhua/aa.)

Pantau - Duta Besar Iran untuk Moskow Kazem Jalali menegaskan bahwa keamanan Selat Hormuz harus berlaku bagi seluruh negara tanpa pengecualian di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Ia menyatakan bahwa jalur strategis tersebut harus aman bagi semua pihak atau tidak aman bagi siapa pun.

"Selat Hormuz harus aman bagi semua orang, atau tidak akan aman bagi siapa pun. Ini sepenuhnya jelas dan transparan bagi kami, dan kami juga telah menyatakan hal ini kepada seluruh dunia," ungkapnya dalam wawancara dengan media Rusia RIA Novosti.

Selat Hormuz Disebut Alat Tawar Konflik

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyampaikan pidato pada 12 Maret terkait posisi Iran mengenai Selat Hormuz.

Dalam pidato tersebut ia menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap berada di bawah blokade Iran.

Ia juga menggambarkan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ketegangan Meningkat di Timur Tengah

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut termasuk menyerang target di Teheran dan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi konflik tersebut menyebabkan terjadinya blokade de facto di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar global.

Ketegangan di kawasan tersebut turut memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di wilayah Timur Tengah.

Penulis :
Gerry Eka