Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Produksi Industri Zona Euro Turun di Tengah Lonjakan Harga Energi dan Ketegangan Geopolitik

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Produksi Industri Zona Euro Turun di Tengah Lonjakan Harga Energi dan Ketegangan Geopolitik
Foto: (Sumber: Prospek industri zona euro semakin tidak pasti di tengah produksi yang menurun pada Januari 2026 dan lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.)

Pantau - Prospek industri zona euro dinilai semakin tidak pasti akibat penurunan produksi industri dan lonjakan harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Analisis tersebut disampaikan oleh lembaga keuangan multinasional ING yang berbasis di Belanda.

Produksi industri di zona euro tercatat turun 1,5 persen secara bulanan pada Januari 2026.

Penurunan tersebut terjadi setelah sebelumnya produksi industri turun 0,6 persen pada Desember.

Angka produksi industri pada Januari menjadi tingkat output terendah sejak Desember 2024.

Data tersebut menunjukkan bahwa optimisme produsen belum tercermin dalam produksi industri aktual.

Penurunan Produksi Terjadi di Sejumlah Negara

Penurunan produksi industri di Irlandia menjadi salah satu penyumbang utama penurunan pada Januari.

Perlambatan industri juga terjadi di beberapa negara lain di kawasan tersebut.

Jerman, Italia, dan Spanyol juga melaporkan produksi industri yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Data terbaru menunjukkan sektor industri zona euro mulai kehilangan momentum meskipun aktivitas industri pada sebagian besar tahun sebelumnya masih berada di atas level tahun 2024.

Lonjakan Harga Energi Picu Ketidakpastian Industri

Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah menambah ketidakpastian bagi sektor industri di kawasan tersebut.

Kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasokan menimbulkan risiko baru terhadap produksi industri.

Risiko tersebut terutama berdampak pada sektor industri yang sangat bergantung pada energi.

Kepala ekonom ING Bert Colijn memperingatkan bahwa lonjakan harga energi yang berlangsung lama dapat merusak prospek pemulihan industri yang padat energi.

Sektor tersebut telah menghadapi kesulitan sejak guncangan harga energi pada periode 2021 hingga 2022.

Colijn menilai beberapa sektor sebelumnya masih mampu bertahan dalam menghadapi guncangan energi.

Namun kenaikan biaya energi yang terus meningkat berpotensi menekan sektor manufaktur.

Kondisi tersebut juga dapat mengurangi harapan pemulihan industri secara lebih luas.

Ia menambahkan bahwa ketika kepercayaan mulai kembali ke sektor manufaktur ketegangan geopolitik kembali memunculkan risiko penurunan signifikan terhadap prospek industri zona euro.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti