
Pantau - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menilai sektor penyediaan air bersih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lini bisnis strategis bagi Badan Usaha Milik Negara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke fasilitas WTJJ SPAM yang dikelola PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Herman menjelaskan proyek Sistem Penyediaan Air Minum Regional Jatiluhur I merupakan infrastruktur strategis untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan metropolitan.
SPAM tersebut memiliki kapasitas produksi air hingga 4.750 liter per detik.
Kapasitas itu dialokasikan untuk wilayah DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.
Dari total kapasitas tersebut sekitar 4.000 liter per detik diperuntukkan bagi Jakarta sementara sisanya untuk wilayah Bekasi dan Karawang.
Herman menegaskan air minum merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga penyediaannya menjadi bentuk kehadiran negara.
Ia menyebut penyediaan air bersih dilakukan melalui BUMN yang bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Perum Jasa Tirta II sebagai penyedia air baku dari Waduk Jatiluhur.
Suplai Air untuk Jakarta Dinilai Belum Optimal
Herman menyampaikan kapasitas suplai air untuk Jakarta masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Dari kapasitas 4.000 liter per detik yang disiapkan saat ini baru sekitar 1.000 liter per detik yang tersalurkan.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang besar untuk optimalisasi pemanfaatan air bersih dari fasilitas tersebut.
Ia menilai pengelolaan air bersih perlu diperkuat melalui regulasi nasional yang lebih komprehensif.
Saat ini pengelolaan air sebagian besar masih dilakukan pemerintah daerah melalui perusahaan daerah air minum.
Ia mendorong agar pemerintah pusat memiliki peran yang lebih besar dalam pembangunan infrastruktur air minum melalui proyek SPAM regional.
“Ke depan, perlu ada regulasi yang lebih kuat agar pengelolaan air menjadi tanggung jawab bersama dengan peran pusat yang lebih besar,” ujarnya.
DPR Soroti Potensi Ekonomi Bisnis Air Bersih
Herman juga mengaitkan upaya tersebut dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan tercapainya swasembada air di Indonesia.
Swasembada air berarti seluruh masyarakat Indonesia dapat mengonsumsi air hasil pengolahan dalam negeri tanpa ketergantungan pada sumber lain.
Ia juga menyoroti potensi ekonomi sektor pengolahan air bersih.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan sektor ini memiliki Return on Assets sekitar 12 persen.
Menurut Herman kondisi tersebut membuka peluang bagi pemerintah melalui BUMN untuk memperluas investasi di sektor air bersih.
“Bisnis air bersih ini potensinya sangat besar. Selain menjadi kebutuhan dasar masyarakat, sektor ini juga dapat memberikan keuntungan bagi korporasi jika dikelola secara profesional,” ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka








