Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BRIN Perkuat Ekosistem Riset Nasional Melalui Beasiswa Doctor by Research 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BRIN Perkuat Ekosistem Riset Nasional Melalui Beasiswa Doctor by Research 2026
Foto: (Sumber: Pengunjung melihat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung pada pameran Energy Week 2025 di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (17/12/2025). Pameran bertema Inovasi Teknologi Konversi Energi sebagai Pendorong Transisi Berkelanjutan untuk Kemandirian Bangsa yang merupakan hasil karya periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut guna mendorong pengembangan teknologi energi berkelanjutan dan berdaya saing global. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional memperkuat ekosistem riset melalui penyediaan sumber daya manusia berkualitas tinggi melalui program Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research tahun 2026.

Program ini dilaksanakan dengan dukungan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang riset dan inovasi.

Pendidikan doktor dalam program ini berbasis penelitian dan terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Target 250 Mahasiswa Baru di Bidang STEM

Direktur Manajemen Talenta BRIN Ajeng Arum Sari menyampaikan bahwa program tersebut menargetkan 250 kuota mahasiswa baru.

Kuota tersebut diprioritaskan untuk bidang science, technology, engineering, and mathematics.

Ajeng mengatakan, "Program DbR ini berbasis penelitian dan kolaborasi. Kuncinya terletak pada sinergi antara periset BRIN sebagai co-supervisor dan dosen perguruan tinggi sebagai supervisor. Mahasiswa tidak lagi berjalan sendiri dengan promotor kampus, melainkan terintegrasi dalam kolaborasi penelitian tersebut".

Program ini menggunakan kurikulum berbasis penelitian penuh tanpa kelas reguler.

Dengan sistem tersebut mahasiswa dapat terlibat langsung dalam berbagai proyek strategis nasional.

Ajeng juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemerintah menargetkan rasio 5.000 sumber daya manusia iptek per satu juta penduduk pada tahun 2045.

Dari jumlah tersebut sebanyak 30 persen ditargetkan memiliki kualifikasi doktor atau S3.

Ajeng mengatakan, "Program DbR ini dimulai sejak 2022, jadi kami sudah mempunyai mahasiswa sampai saat ini, baik yang sudah lulus maupun yang sedang ongoing sebanyak 1.620".

LPDP Dukung Pendanaan dan Kolaborasi Riset

Peserta program memperoleh dukungan pendanaan riset sehingga dapat fokus melakukan penelitian.

Pendanaan tersebut berasal dari berbagai program riset yang dikelola BRIN maupun skema pendanaan riset nasional lainnya.

Ajeng mengatakan, "Karena itu, nanti ada jaminan dari co-promotor-nya atau co-supervisor yang dari BRIN. Jadi mereka yang bertanggung jawab untuk menyediakan pendanaan risetnya. Bisa dari rumah program yang ada di BRIN, kemudian juga pendanaan riset, Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju ataupun yang lainnya".

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menjelaskan filosofi pendanaan serta efisiensi birokrasi dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia menyatakan bahwa sejak 2021 LPDP meninggalkan pola kerja sektoral dan memilih memperkuat sinergi dengan BRIN.

Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari duplikasi program riset dan pendanaan.

Pendekatan co-funding dinilai dapat memperluas jangkauan dana abadi pendidikan tanpa mengurangi kualitas dukungan bagi para penerima beasiswa.

Dwi Larso mengatakan, "Kami yakin betul Indonesia tidak akan pernah maju tanpa industri yang kuat, dan industri tidak akan kuat tanpa riset yang mendalam. Oleh karena itu, LPDP mendukung penuh program DBR ini".

BRIN juga menjamin keberlanjutan karier para lulusan program tersebut.

Lulusan dapat mengikuti program post-doctoral selama dua tahun.

Program tersebut bertujuan memastikan hasil penelitian para doktor baru dapat dikembangkan lebih lanjut hingga mencapai tahap komersialisasi atau menjadi kebijakan publik.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti