Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Pemukim Israel Serang Desa Qusra di Tepi Barat, Satu Warga Palestina Tewas dan Tiga Terluka

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemukim Israel Serang Desa Qusra di Tepi Barat, Satu Warga Palestina Tewas dan Tiga Terluka
Foto: (Sumber: Seorang pria Palestina tewas dan tiga orang lainnya terluka pada Sabtu (14/3) setelah sejumlah pemukim Israel melepaskan tembakan dalam sebuah serangan di Tepi Barat bagian utara, demikian menurut Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (Palestinian Red Crescent Society) dan pejabat setempat.)

Pantau - Seorang pria Palestina tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka setelah serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel di wilayah Tepi Barat bagian utara pada Sabtu 14 Maret 2026.

Informasi mengenai insiden tersebut disampaikan oleh Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina serta pejabat setempat.

Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa empat orang korban dibawa ke rumah sakit setelah serangan tersebut.

Tiga korban mengalami luka tembak sedangkan satu orang mengalami luka akibat pemukulan.

Salah satu korban yang mengalami luka kemudian meninggal dunia.

Korban yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai Amir Moatasem Ouda yang berusia 29 tahun.

Serangan Terjadi di Pinggiran Desa Qusra

Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa sekelompok pemukim Israel menyerang pinggiran Desa Qusra yang berada dekat Kota Nablus.

Dalam serangan tersebut para pemukim menyerang penduduk serta melepaskan tembakan.

Para korban yang terluka awalnya dibawa ke pusat medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah itu mereka dipindahkan ke Rumah Sakit Pemerintah Rafidia di Kota Nablus untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hingga saat ini belum ada tanggapan langsung dari pihak Israel mengenai insiden tersebut.

Pejabat Palestina Kutuk Serangan

Gubernur Nablus Ghassan Daghlas mengutuk peristiwa tersebut dan menyebutnya sebagai serangan berdarah.

Ia mendesak adanya tindakan dari masyarakat internasional untuk menghentikan kekerasan yang terus terjadi terhadap warga Palestina.

Kepala Desa Qusra Hani Ouda menyatakan bahwa para penyerang beroperasi di bawah perlindungan militer Israel.

Ia juga menyebutkan bahwa para penyerang menembakkan senjata secara membabi buta ke arah penduduk dan rumah-rumah warga.

Ia menambahkan bahwa salah satu korban masih berada dalam kondisi kritis.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya serangan yang dilakukan oleh para pemukim Israel di wilayah Tepi Barat.

Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mencatat lebih dari 1.800 insiden serupa sepanjang tahun 2025.

Insiden-insiden tersebut menyebabkan kematian, luka-luka, kerusakan properti serta pengungsian ratusan keluarga Palestina.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti