Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Evakuasi Diberlakukan di Doha Usai Serangan Misil di Qatar

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Evakuasi Diberlakukan di Doha Usai Serangan Misil di Qatar
Foto: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk (GCC) Jassim al-Budaiwi, Asisten Sekretaris Jenderal OIC Duta Besar Youssef Al-Dobeay, dan Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab Hossam Zaki menghadiri konferensi pers setelah KTT Arab-Islam darurat di Doha, Qatar 15/9/2025 (sumber: Xinhua/Nikku)

Pantau - Otoritas Qatar mengevakuasi sejumlah area di Doha sebagai langkah pencegahan sementara setelah terjadi serangan misil di wilayah negara tersebut pada Jumat.

Evakuasi Dilakukan Demi Keselamatan Warga

Kementerian Dalam Negeri Qatar menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan oleh pihak berwenang di beberapa lokasi di Doha guna menjaga keselamatan masyarakat hingga ancaman dinilai mereda.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform X milik kementerian pada Jumat.

"Kementerian Dalam Negeri mengumumkan bahwa pihak berwenang terkait sedang mengevakuasi sejumlah area tertentu sebagai tindakan pencegahan sementara, demi kepentingan keselamatan publik hingga ancaman mereda."

Pemerintah Qatar juga mengimbau masyarakat agar hanya mengikuti informasi dari sumber resmi.

Masyarakat diminta mematuhi seluruh instruksi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang selama situasi berlangsung.

Serangan Terjadi di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Serangan misil yang terjadi di Qatar berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Serangan Iran disebut sebagai tanggapan atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Pada hari pertama operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur akibat serangan.

Dalam peristiwa yang sama, sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran juga dilaporkan terkena pemboman.

Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan tersebut mencapai lebih dari 1.300 orang.

Klaim Tujuan Operasi Militer

Amerika Serikat dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa serangan pendahuluan dilakukan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.

Namun kemudian kedua negara tersebut menyampaikan bahwa mereka menginginkan perubahan kekuasaan di Iran.

Penulis :
Shila Glorya