Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Tolak Usulan Putin Pindahkan Uranium Iran ke Rusia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Trump Tolak Usulan Putin Pindahkan Uranium Iran ke Rusia
Foto: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak usulan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memindahkan uranium yang diperkaya milik Iran ke Rusia sebagai bagian dari kesepakatan guna mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran, seperti dilansir sebuah situs web berita AS pada Jumat 13/3 (sumber: Xinhua)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengusulkan agar uranium yang diperkaya milik Iran dipindahkan ke Rusia sebagai bagian dari gagasan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Putin Ajukan Rencana dalam Percakapan Telepon

Informasi tersebut dilaporkan situs berita Amerika Serikat Axios pada Jumat 13 Maret.

Menurut laporan tersebut, penolakan Trump disampaikan dalam percakapan telepon dengan Putin yang terjadi pada awal pekan ini.

Dalam pembicaraan melalui telepon pada Senin 9 Maret, Putin mengajukan beberapa ide untuk mengakhiri perang.

Salah satu gagasan yang diajukan adalah rencana pemindahan uranium Iran yang telah diperkaya ke Rusia.

Sejumlah sumber yang mengetahui percakapan tersebut menyampaikan informasi itu kepada Axios, situs berita yang berbasis di Arlington, Virginia.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan gagasan pemindahan uranium tersebut bukanlah hal baru dan telah beberapa kali diajukan sebelumnya.

"Ini bukan pertama kalinya usulan tersebut diajukan. Usulan itu belum diterima. Posisi AS adalah kami perlu memastikan uranium tersebut diamankan," ujar pejabat tersebut.

Iran Sebelumnya Menolak Pemindahan Uranium

Hingga kini belum jelas apakah Iran akan bersedia menerima usulan pemindahan uranium tersebut.

Dalam putaran terakhir perundingan sebelum perang, Iran sebelumnya menolak gagasan memindahkan uranium ke luar negeri.

Sebagai alternatif, Iran mengusulkan agar uranium tersebut diencerkan di fasilitas milik mereka sendiri.

Proses pengenceran tersebut diusulkan dilakukan dengan pengawasan Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA).

Sejumlah laporan media juga menyebut bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan kemungkinan mengirim pasukan operasi khusus ke Iran.

Tujuan dari rencana tersebut adalah untuk mengamankan atau bahkan menyita uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Jumat, Trump ditanya mengenai kemungkinan operasi untuk merebut uranium yang diperkaya dari Iran.

"Kami tidak fokus pada hal itu. Namun, pada titik tertentu, kami mungkin akan melakukannya," kata Trump.

Penulis :
Shila Glorya