Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

Anggota Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Anggota Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Foto: (Sumber: Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. Foto : Dok/Andri.)

Pantau - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus yang terjadi di Jakarta.

Abdullah menilai aksi tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa melainkan diduga sebagai percobaan pembunuhan sekaligus intimidasi terhadap pembela hak asasi manusia.

Peristiwa itu terjadi di depan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Jakarta setelah korban menyelesaikan rekaman siniar bertema kritik terhadap remiliterisasi pada Kamis (12/3/2026) tengah malam.

Akibat serangan tersebut Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada bagian wajah, mata, dada, serta kedua tangan.

“Kami mengecam keras tindakan ini. Ini bukan sekadar kriminal biasa, tetapi diduga upaya percobaan pembunuhan terhadap aktivis yang vokal menyuarakan HAM,” kata Abdullah yang akrab disapa Gus Abduh.

Ia menegaskan kepolisian harus segera bergerak cepat untuk menangkap pelaku dan menjeratnya dengan pasal pemberatan.

DPR Nilai Serangan Diduga Terencana

Politisi Fraksi PKB tersebut juga menyoroti tidak adanya barang berharga milik korban yang hilang dalam kejadian tersebut.

Menurutnya fakta tersebut memperkuat dugaan bahwa serangan dilakukan secara terencana untuk melukai korban dan membungkam suara kritis masyarakat sipil.

“Fakta bahwa tidak ada barang yang dirampas mengindikasikan ini bukan perampokan, melainkan serangan terencana untuk meneror korban,” ujarnya.

DPR Minta Polisi Telusuri Dalang Serangan

Gus Abduh menilai segala bentuk kekerasan terhadap pembela HAM merupakan ancaman nyata bagi demokrasi.

Komisi III DPR RI juga meminta aparat penegak hukum segera mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu kepolisian diminta menelusuri kemungkinan adanya dalang atau aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Ia menegaskan transparansi dalam proses penyelidikan sangat penting untuk menjaga rasa aman masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

“Kepolisian harus bekerja profesional dan akuntabel. Ungkap siapa pelakunya dan siapa yang berada di baliknya,” ujarnya.

Ia menegaskan kasus tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum.

Penulis :
Gerry Eka