
Pantau - Amerika Serikat mengklaim telah menenggelamkan lebih dari 65 kapal milik Iran dalam operasi militer yang berlangsung selama dua pekan terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu.
Ia menyatakan bahwa operasi militer tersebut juga menargetkan berbagai kemampuan militer Iran.
"Operasi ini baru berjalan dua pekan dan kami telah menghancurkan total angkatan laut rezim Iran, kami telah melenyapkan hampir semua ancaman rudal balistik mereka. Bahkan, serangan rudal balistik dari Iran saat ini berkurang 90 persen, kemampuan drone mereka turun 95 persen," ungkapnya.
Karoline Leavitt juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah menyerang ribuan target militer di Iran.
"Kami telah menenggelamkan lebih dari 65 kapal angkatan laut mereka, kami telah menyerang lebih dari 6.000 target di seluruh negeri," katanya.
Konflik Iran dengan AS dan Israel Meningkat
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut termasuk menargetkan wilayah di Teheran dan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut juga memicu blokade de facto di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar global.
Situasi tersebut turut memengaruhi tingkat ekspor serta produksi minyak di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Gerry Eka







