Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Kementerian Kesehatan Iran Sebut Ratusan Perempuan dan Anak Tewas Akibat Serangan AS dan Israel

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kementerian Kesehatan Iran Sebut Ratusan Perempuan dan Anak Tewas Akibat Serangan AS dan Israel
Foto: (Sumber: Puing-puing itu terlihat di Teheran, Iran, 3 Maret 2026. Operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran memasuki hari keempat. Jumlah korban tewas di Iran naik menjadi 787, menurut Bulan Sabit Merah Iran. (ANTARA/Xinhua/Shadati).)

Pantau - Kementerian Kesehatan Iran menyatakan bahwa ratusan perempuan dan anak-anak tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang terjadi sejak 28 Februari.

Serangan tersebut disebut menyebabkan banyak korban dari kalangan sipil di berbagai wilayah di negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa setidaknya 223 perempuan dan 202 anak-anak tewas akibat rangkaian serangan tersebut.

Korban tewas tersebut termasuk tiga perempuan yang sedang hamil serta 12 anak yang berusia di bawah lima tahun.

Selain korban meninggal, sejumlah anak juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Sebanyak 41 anak tercatat mengalami luka dalam rangkaian serangan yang terjadi.

Fasilitas Kesehatan Ikut Terdampak

Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas kesehatan di Iran.

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa sebanyak 153 pusat layanan kesehatan mengalami kerusakan akibat serangan yang terjadi.

Kerusakan tersebut dilaporkan terjadi di berbagai wilayah di negara tersebut.

Konflik Iran dengan AS dan Israel Meningkat

Permusuhan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat sejak 28 Februari.

Pada tanggal tersebut Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran.

Serangan itu dilaporkan menewaskan sekitar 1.200 orang di Iran.

Korban tewas dalam serangan tersebut termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal.

Serangan balasan tersebut menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Penulis :
Gerry Eka