
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan belum siap mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.
Trump mengatakan syarat-syarat dari kesepakatan potensial yang ditawarkan Iran belum cukup baik bagi pihak Amerika Serikat.
“Iran ingin membuat kesepakatan, dan saya tidak ingin membuatnya karena syarat-syaratnya belum cukup baik,” ujar Trump dalam wawancara telepon dengan NBC News.
Ia menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai syarat apa saja yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan tersebut.
Namun Trump menyebut bahwa komitmen Iran untuk meninggalkan ambisi nuklirnya kemungkinan akan menjadi salah satu komponen penting dalam kesepakatan.
Trump Soroti Serangan Iran dan Operasi Militer AS
Trump juga mengaku terkejut atas serangan Iran terhadap beberapa negara sebagai respons terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel.
Ia menyebut serangan Amerika Serikat di Pulau Kharg sebagai serangan yang “benar-benar menghancurkan” sebagian besar fasilitas militer di pulau tersebut.
Trump bahkan menyatakan kemungkinan Amerika Serikat akan kembali melakukan serangan tambahan di lokasi tersebut.
Negara Sekutu Dipertimbangkan Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya Trump juga menyebut bahwa sejumlah negara kemungkinan akan mengirim kapal perang untuk menjaga jalur pelayaran internasional.
Negara-negara yang disebut berpotensi terlibat antara lain China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.
Kapal perang dari negara-negara tersebut disebut akan bergabung dengan armada Amerika Serikat untuk menjaga keamanan jalur pelayaran.
Fokus pengamanan tersebut terutama berada di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan energi dunia.
Trump mengatakan belum jelas apakah Iran telah menanam ranjau di perairan selat tersebut.
Ia menegaskan Amerika Serikat akan melakukan pengawasan ketat terhadap wilayah tersebut.
Trump juga tidak memastikan apakah Angkatan Laut Amerika Serikat akan mengawal kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz tetapi menyatakan hal tersebut masih mungkin dilakukan.
- Penulis :
- Gerry Eka







