
Pantau - Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menyatakan Uni Eropa sedang bersiap menghadapi perang dan kemungkinan pengerahan tentara Eropa ke Ukraina hanya tinggal menunggu waktu di tengah meningkatnya konflik di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Orban saat berpidato di hadapan peserta Pawai Perdamaian di Budapest pada Minggu (15/3).
Ia mengatakan, "Perang semakin dekat. Brussel telah meningkatkan keterlibatannya dalam perang Ukraina. Jadi sekarang mereka bersiap untuk perang. Mereka telah beralih ke ekonomi perang."
Menurut Orban, kebijakan Uni Eropa saat ini menunjukkan bahwa blok tersebut tidak berusaha menghindari konflik, melainkan semakin terlibat dalam situasi perang.
Ia menambahkan, "Mereka tidak ingin menghindari masalah, mereka justru menghadapi masalah tersebut. Lebih banyak senjata, lebih banyak uang, lebih banyak pasukan… Kita tidak tahu persis jam berapa tentara pertama dari Brussels akan menginjakkan kaki di tanah Ukraina. Tetapi kita tahu pasti: itu akan terjadi."
Orban menilai situasi geopolitik dunia semakin tidak stabil seiring meningkatnya ketegangan antara Rusia, Ukraina, dan negara-negara Barat.
Ia menyebut keterlibatan Uni Eropa yang semakin besar dalam konflik Ukraina berpotensi memperluas skala perang di kawasan Eropa.
Menurutnya, perubahan kebijakan menuju ekonomi perang menjadi sinyal bahwa konflik dapat berlangsung lebih lama dan melibatkan lebih banyak negara.
Dalam pidatonya, Orban menegaskan bahwa Hungaria tidak ingin terseret dalam konflik dan berkomitmen menjaga stabilitas nasional.
Ia mengatakan pemerintah Hungaria ingin mempertahankan negaranya sebagai wilayah yang aman di tengah ketegangan global.
Orban menyatakan, "Hungaria akan tetap menjadi pulau keamanan dan perdamaian di tengah dunia yang penuh gejolak."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







