
Pantau - Pemerintah Korea Selatan menyatakan akan meninjau seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pengiriman kapal perang ke Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan kepada media Rusia RIA Novosti.
Pemerintah Korea Selatan menyebut keputusan terkait potensi tindakan di Selat Hormuz akan diambil setelah melalui pertimbangan menyeluruh serta konsultasi dengan Amerika Serikat.
"Kami mencermati penyebutan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di media sosial. Terkait hal ini, Korea Selatan dan Amerika Serikat akan terus menjaga komunikasi erat dan, setelah melakukan peninjauan secara saksama, akan mengambil keputusan yang tepat", ungkap Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Seruan tersebut muncul setelah Donald Trump pada Sabtu melalui akun media sosial Truth Social meminta sejumlah negara untuk mengirim kapal ke Selat Hormuz.
Negara-negara yang disebut dalam seruan tersebut antara lain China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.
Pentingnya Keamanan Jalur Maritim
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menegaskan bahwa keselamatan jalur transportasi maritim internasional merupakan kepentingan bersama semua negara.
Kebebasan navigasi di laut internasional juga dilindungi oleh hukum internasional.
"Berdasarkan hal itu, kami berharap jaringan logistik maritim global dapat kembali berfungsi secara normal secepat mungkin", ujarnya.
Pantau Situasi Timur Tengah
Pemerintah Korea Selatan juga menyatakan terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah langkah sedang dipertimbangkan untuk melindungi warga negara Korea Selatan yang berada di kawasan tersebut.
Selain itu pemerintah juga mempertimbangkan langkah-langkah untuk menjamin keamanan jalur transportasi energi internasional.
Informasi mengenai pernyataan tersebut bersumber dari kantor berita Sputnik dan RIA Novosti yang tergabung dalam organisasi media OANA.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







