Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemnaker Periksa Kesehatan Pengemudi Bus dan Travel di Enam Kota Jelang Arus Mudik Lebaran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemnaker Periksa Kesehatan Pengemudi Bus dan Travel di Enam Kota Jelang Arus Mudik Lebaran
Foto: (Sumber : Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker & K3) Kemnaker Ismail Pakaya. (ANTARA/HO-Kemnaker RI).)

Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan menurunkan Tim Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk memeriksa kondisi kesehatan pengemudi bus dan mobil travel menjelang arus mudik Lebaran guna memastikan keselamatan perjalanan para pemudik.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menilai kondisi fisik serta risiko kelelahan para pengemudi yang akan mengangkut penumpang dalam perjalanan jarak jauh.

Tim penguji K3 ditempatkan di enam titik pemantauan utama arus mudik.

Enam lokasi pemeriksaan tersebut berada di terminal, pool bus, pool travel, serta perusahaan yang menyelenggarakan program mudik bersama.

Lokasi pemeriksaan tersebar di enam kota yaitu Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samarinda.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemnaker Ismail Pakaya menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi pengemudi tetap prima.

"Penilaian ini bertujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima. Hal ini penting karena faktor pengemudi atau manusia human error akibat kelelahan perjalanan jarak jauh dengan durasi kerja panjang menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas", ungkapnya.

Pemeriksaan Cegah Risiko Kecelakaan Akibat Kelelahan

Ismail menjelaskan keselamatan pemudik tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan dan kelancaran jalur perjalanan.

Faktor kesiapan fisik serta kewaspadaan pengemudi juga sangat menentukan keselamatan perjalanan.

Dalam perjalanan jarak jauh dengan durasi kerja yang panjang, kelelahan dapat menurunkan konsentrasi pengemudi.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di jalan.

"Pemeriksaan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan pengemudi berada dalam kondisi prima sebelum dan selama bertugas mengantarkan penumpang", ujarnya.

Tim Penguji K3 melakukan penilaian langsung terhadap para pengemudi di lapangan.

Penilaian tersebut meliputi identifikasi pola kerja serta waktu istirahat pengemudi.

Tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dasar terhadap para pengemudi.

Selain itu dilakukan evaluasi terhadap berbagai faktor yang dapat memicu kelelahan selama perjalanan.

Edukasi Manajemen Kelelahan bagi Pengemudi

Selain pemeriksaan kesehatan, Kemnaker juga memberikan edukasi kepada pengemudi dan operator transportasi.

Edukasi tersebut berkaitan dengan pentingnya manajemen kelelahan kerja dalam aktivitas berkendara jarak jauh.

Dalam edukasi tersebut ditekankan bahwa tubuh manusia memiliki batas kemampuan fisiologis dalam mempertahankan kewaspadaan.

Hal tersebut menjadi sangat penting terutama ketika pengemudi berkendara dalam waktu lama dan di tengah kepadatan arus mudik.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam penerapan K3 di sektor transportasi darat, dengan menekankan pentingnya pengendalian faktor manusia dalam sistem keselamatan transportasi", katanya.

Ismail menjelaskan kegiatan ini bukan hanya sekadar pemeriksaan teknis terhadap pengemudi.

Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya bersama untuk melindungi masyarakat selama perjalanan mudik.

Pengemudi yang sehat dan tidak kelelahan sangat menentukan keselamatan penumpang hingga sampai ke tujuan.

Ia menambahkan langkah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah daerah.

"Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran para pengemudi dan operator transportasi mengenai pentingnya pengelolaan kelelahan kerja dalam mendukung perjalanan mudik yang aman, selamat dan nyaman", tuturnya.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti