Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Donald Trump Belum Nyatakan Operasi Militer AS terhadap Iran Berakhir di Tengah Upaya Dialog Diplomatik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Donald Trump Belum Nyatakan Operasi Militer AS terhadap Iran Berakhir di Tengah Upaya Dialog Diplomatik
Foto: (Sumber : Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu Ajansi/pri..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dirinya belum siap untuk menyatakan operasi militer terhadap Iran telah berakhir meskipun Washington mengklaim telah menghancurkan sejumlah kemampuan militer negara tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah ia akan mengumumkan berakhirnya operasi militer setelah serangan terhadap berbagai target di Iran.

"Saya masih belum menyatakan operasi ini berakhir", ungkapnya.

Trump juga menyebut bahwa Amerika Serikat dan Iran saat ini sedang melakukan dialog diplomatik di tengah konflik yang masih berlangsung antara kedua negara.

"Kami sedang berbicara dengan mereka, tetapi saya rasa mereka belum siap. Tetapi mereka cukup dekat dengan kesepakatan dengan AS", ujarnya.

Serangan Dimulai pada Akhir Februari

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk ibu kota Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan besar serta korban dari kalangan sipil.

Dalam peristiwa tersebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga dilaporkan tewas.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Operasi Dikaitkan dengan Isu Program Nuklir Iran

Amerika Serikat dan Israel menjelaskan bahwa operasi militer tersebut dimulai sebagai serangan pendahuluan terhadap dugaan ancaman dari Iran yang berkaitan dengan program nuklirnya.

Namun dalam perkembangan selanjutnya kedua negara juga menyampaikan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Konflik tersebut terus memicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta menjadi perhatian masyarakat internasional.

Penulis :
Aditya Yohan