Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Tren Pemesanan Perjalanan Lebaran Berubah, Pengguna Platform Daring Semakin Fleksibel Atur Rencana Mudik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tren Pemesanan Perjalanan Lebaran Berubah, Pengguna Platform Daring Semakin Fleksibel Atur Rencana Mudik
Foto: (Sumber : Suasana di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (16/3/2026), pada masa warga mudik untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/rwa).)

Pantau - Pengguna platform agen perjalanan daring dinilai semakin fleksibel dalam mengatur perjalanan mereka selama periode mudik Lebaran.

Hal tersebut terlihat dari data pola pemesanan konsumen di wilayah ASEAN pada periode 15 hingga 28 Maret 2026 selama masa mudik Lebaran di platform AirAsia Move.

CEO AirAsia Move Nadia Omer menyampaikan bahwa pola pemesanan tersebut menunjukkan peningkatan fleksibilitas pengguna dalam memesan layanan penerbangan.

Nadia Omer menjelaskan bahwa platform Move menyediakan akses ke lebih dari 700 maskapai penerbangan global.

Berdasarkan pola pemesanan, pengguna layanan cenderung menggunakan maskapai yang berbeda untuk penerbangan pergi dan pulang.

Sebagian pengguna juga memilih untuk terlebih dahulu mengamankan tiket satu arah sebelum menentukan jadwal kepulangan.

Pola ini dinilai mencerminkan dinamika rencana perjalanan keluarga selama masa liburan.

Selain itu pola tersebut juga menunjukkan upaya konsumen dalam menyiasati fluktuasi harga tiket pesawat selama periode libur.

Strategi Pengguna Menghemat Biaya Akomodasi

Pengguna platform juga mempertimbangkan faktor biaya dalam memilih akomodasi selama masa mudik Lebaran ketika kebutuhan transportasi dan penginapan meningkat.

Pengguna yang bepergian bersama keluarga besar cenderung memilih properti yang mampu menampung banyak orang dalam satu unit.

Jenis akomodasi yang dipilih biasanya berupa vila, apartemen, atau suite dengan beberapa kamar.

Nadia Omer menyatakan, "Alih-alih memesan kamar secara terpisah, strategi ini dinilai lebih efisien dengan membagi biaya penginapan secara merata di antara anggota rombongan", ungkapnya.

Selain itu pengguna platform perjalanan daring juga cenderung memilih layanan akomodasi dengan biaya yang lebih terjangkau.

Nadia mencontohkan bahwa pengguna platform yang dikelola oleh perusahaannya rata-rata memesan layanan hotel dengan biaya sekitar Rp1,1 juta per malam.

Ia menyampaikan, "Pola ini menunjukkan bahwa meskipun tradisi pulang kampung saat Lebaran tetap kuat, masyarakat kini semakin bijak dalam mengelola anggaran perjalanan mereka", ujarnya.

Peluang Industri Perjalanan di Kawasan ASEAN

Nadia Omer menilai bahwa masa mudik Lebaran menghadirkan peluang bagi pelaku perjalanan di kawasan ASEAN untuk merencanakan perjalanan secara lebih cermat dan efisien.

Fenomena tersebut juga menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen yang semakin adaptif dalam memanfaatkan layanan perjalanan digital.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti