Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kadin Nilai Lonjakan Konsumsi Saat Lebaran 2026 Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kadin Nilai Lonjakan Konsumsi Saat Lebaran 2026 Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang memberikan sambutan dalam peluncuran acara Indonesia International Waste Treatment and Technology (IIWTT) di Jakarta, Selasa (3/9/2024). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt..)

Pantau - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai peningkatan konsumsi masyarakat selama periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang pengembangan otonomi daerah Sarman Simanjorang menyampaikan, "Perputaran uang selama perayaan dan libur Idul Fitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata rata 10-15 persen menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4 persen sampai 5,5 persen", ungkapnya.

Peningkatan konsumsi rumah tangga selama periode Lebaran diperkirakan mencapai kisaran 10 sampai 15 persen dibandingkan periode normal.

Lonjakan konsumsi tersebut dinilai dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 hingga mencapai target sekitar 5,4 persen sampai 5,5 persen.

Selain momentum Lebaran pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2026 juga didukung oleh periode libur akhir tahun seperti Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung pada Februari 2026.

Sarman Simanjorang menyatakan, "Maka sangat optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target", ujarnya.

Pemerintah Diminta Jaga Kepercayaan Konsumen

Untuk memaksimalkan potensi tersebut pemerintah bersama para pemangku kepentingan diminta menjaga kepercayaan dan psikologi masyarakat agar tetap yakin untuk melakukan konsumsi.

Sarman Simanjorang mengatakan, "Yang paling penting pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan bahwa ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026, sehingga masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing-masing", ungkapnya.

Ia juga menilai masyarakat turut memperhatikan perkembangan geopolitik global khususnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi mempengaruhi pasokan energi.

Sarman Simanjorang menjelaskan, "Hal sangat penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri", ujarnya.

Stimulus Pemerintah Dukung Konsumsi Lebaran

Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi untuk mendukung konsumsi dan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran 2026.

Stimulus tersebut antara lain berupa program diskon transportasi darat, laut, dan udara untuk memudahkan perjalanan masyarakat selama masa mudik.

Selain itu pemerintah memastikan pencairan tunjangan hari raya atau THR bagi para pekerja menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pemerintah juga memberikan bonus hari raya atau BHR bagi mitra pengemudi dan kurir layanan transportasi daring.

Kebijakan lain yang diterapkan adalah sistem bekerja dari mana saja atau work from anywhere selama lima hari bagi aparatur sipil negara dan sebagian pekerja sektor swasta guna mendukung kelancaran mobilitas selama periode Lebaran.

Penulis :
Aditya Yohan