
Pantau - Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran bersama kelompok-kelompok sekutunya dengan menyerang berbagai aset milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Dampak konflik tersebut terlihat dari kerusakan bangunan dan infrastruktur di berbagai wilayah di Teheran yang menunjukkan kondisi jalanan dan permukiman yang porak-poranda.
Hingga pertengahan Maret 2026 berbagai laporan menyebutkan lebih dari 1.300 warga sipil di Iran tewas akibat serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Data dari Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat menunjukkan jumlah korban tewas pada pekan-pekan awal konflik berkisar antara 1.168 hingga lebih dari 1.200 orang.
Selain korban tewas lebih dari 10.000 warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Jutaan Warga Terpaksa Mengungsi
Konflik juga menyebabkan sekitar 3,2 juta orang terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka di berbagai wilayah di Iran.
Informasi mengenai jumlah korban dan pengungsi tersebut disampaikan oleh pejabat kesehatan di Iran serta lembaga United Nations High Commissioner for Refugees.
Kondisi tersebut menambah tekanan kemanusiaan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Kerusakan Infrastruktur di Teheran
Sejumlah foto dokumentasi menunjukkan warga di Teheran membersihkan puing-puing bangunan yang hancur dan berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah yang rusak akibat serangan.
Foto lain memperlihatkan rumah-rumah yang runtuh serta masyarakat yang berusaha bertahan di tengah kerusakan akibat konflik bersenjata tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







