
Pantau - Pemerintah Australia menegaskan tidak akan mengirim kapal angkatan laut untuk melindungi kapal tanker minyak di Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Regional, dan Pemerintahan Daerah Australia Catherine King pada Senin, 16 Maret 2026.
Catherine King yang juga anggota kabinet Perdana Menteri Anthony Albanese itu menyampaikan posisi pemerintah Australia dalam laporan yang dikutip radio Australian Broadcasting Corporation.
Ia menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah untuk menghadapi dampak ekonomi dari konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
"Kami sangat siap di negara ini untuk menghadapi krisis ekonomi yang terjadi sebagai dampak dari situasi di Timur Tengah," ungkap Catherine King.
Cadangan Bahan Bakar Australia Dipantau
Pemerintah Australia menyatakan telah memantau cadangan bahan bakar nasional sebagai bagian dari kesiapan menghadapi potensi gangguan pasokan energi global.
Data pada Senin menunjukkan cadangan bensin Australia berada pada tingkat 37 hari.
Cadangan solar tercatat mencapai 30 hari.
Sementara itu cadangan bahan bakar jet berada pada tingkat 29 hari.
Pemerintah juga menurunkan kewajiban kepemilikan stok minimum bahan bakar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi.
Selain itu pemerintah untuk sementara mengubah standar kualitas bahan bakar nasional.
Perubahan tersebut memungkinkan penggunaan bahan bakar dengan kadar sulfur yang lebih tinggi guna menjaga ketersediaan pasokan.
Pemerintah Keluarkan Peringatan Perjalanan
Pada Sabtu, 14 Maret 2026, pemerintah federal Australia juga mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warganya terkait situasi keamanan di Timur Tengah.
Peringatan tersebut disampaikan melalui layanan Smartraveller yang dikelola Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.
Warga Australia diminta tidak melakukan transit melalui sejumlah negara di kawasan tersebut.
Negara yang disebut dalam imbauan tersebut meliputi Bahrain, Iran, Irak, Israel, Kuwait, Lebanon, Palestina, Qatar, Suriah, Yaman, dan Uni Emirat Arab.
Departemen tersebut juga menambahkan imbauan baru agar warga Australia menghindari transit di negara-negara tersebut meskipun tidak berencana meninggalkan bandara.
Pemerintah menyatakan konflik di kawasan Timur Tengah kemungkinan masih akan meningkat.
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia juga memperingatkan bahwa penerbangan dapat berubah atau bahkan dihentikan secara mendadak.
- Penulis :
- Arian Mesa







