Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polres Pidie Jaya Salurkan 200 Al-Quran ke Pesantren Terdampak Banjir untuk Dukung Pemulihan Pendidikan Keagamaan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Polres Pidie Jaya Salurkan 200 Al-Quran ke Pesantren Terdampak Banjir untuk Dukung Pemulihan Pendidikan Keagamaan
Foto: Personel Polres Pidie Jaya menyerahkan bantuan Al Quran bantuan Polri di Pidie Jaya, Aceh, Selasa 27/1/2026 (sumber: Bidhumas Polda Aceh)

Pantau - Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya menyalurkan bantuan 200 Al-Quran dari Polri kepada empat pesantren yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan Polri dalam mempercepat pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana.

"Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran dan Al-Quran bagi para santri serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat," ungkapnya.

Empat Pesantren Terima Masing-Masing 50 Al-Quran

Bantuan disalurkan secara bertahap kepada empat pesantren yang tersebar di wilayah terdampak banjir.

Setiap pesantren menerima bantuan sebanyak 50 Al-Quran, dengan total keseluruhan mencapai 200 eksemplar.

Adapun daftar pesantren penerima bantuan antara lain Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah di Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu; Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah di Gampong Jurong Binjee, Kecamatan Jangka Buya; Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah di Gampong Meuko Dayah, Kecamatan Bandar Dua; serta Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah di Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua.

Polri Hadir Sebagai Mitra Masyarakat

Kapolres menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam meringankan beban akibat bencana.

"Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan agar dapat kembali berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif," ia mengungkapkan.

Penulis :
Leon Weldrick