Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenhaj Siapkan Ekspor 400 Ton Bumbu Indonesia dan Jutaan Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenhaj Siapkan Ekspor 400 Ton Bumbu Indonesia dan Jutaan Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji
Foto: (Sumber: DirekturJenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi memberikan keterangan kepada wartawa di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa. ANTARA/Citro Atmoko)

Pantau - Kementerian Haji dan Umrah memastikan kesiapan ekspor ratusan ton bumbu khas Indonesia serta jutaan paket makanan siap santap ke Arab Saudi untuk kebutuhan konsumsi jamaah haji di Tanah Suci.

Kebijakan ekspor tersebut mencakup bumbu khas Indonesia dan makanan siap santap atau Ready To Eat yang disiapkan khusus bagi jamaah haji.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj Jaenal Effendi menyampaikan keterangan tersebut di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Kebijakan ekspor ini diambil untuk memaksimalkan perputaran uang di dalam negeri melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Tahun ini kita maksimalkan bumbu dengan cita rasa Indonesia. Ada sekitar 22 jenis bumbu. Total tonasenya sekitar 400 ton lebih," ungkap Jaenal Effendi.

Total tonase bumbu yang diekspor diperkirakan lebih dari 400 ton dengan perputaran uang dari bumbu pasta saja mencapai sekitar Rp63,36 miliar.

Seluruh bumbu yang akan diekspor telah melalui uji rasa dan sertifikasi ketat sesuai standar yang ditetapkan.

Selain bumbu, Kemenhaj juga memfokuskan penyediaan makanan siap saji untuk jamaah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Sebanyak 3,9 juta paket makanan siap saji disiapkan karena di lokasi tersebut tidak memungkinkan adanya aktivitas memasak di dapur umum.

Kemenhaj menunjuk masing-masing 10 perusahaan penyedia bumbu dan 10 perusahaan penyedia makanan siap saji yang telah memenuhi kualifikasi ketat.

"Mereka memiliki kualifikasi ekspor ke Saudi dari SFDA. Kita sudah lakukan test food dan cita rasanya sudah Indonesia semua. Ini peluang besar bagi masyarakat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk merasakan dampak pelaksanaan ibadah haji," ungkapnya.

Strategi ekspor langsung ini diharapkan mengubah pola lama yang membuat keuntungan ekonomi haji lebih banyak dinikmati pemasok dari negara lain seperti Thailand, Filipina, dan Australia.

Melalui kebijakan tersebut, Kemenhaj berupaya memastikan dana haji bernilai belasan triliun rupiah dapat kembali mengalir ke masyarakat Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti