
Pantau - Indeks Perkembangan Harga (IPH) di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, mengalami penurunan signifikan pada minggu ketiga Januari 2026.
IPH Turun Setelah Distribusi Barang Dipercepat
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa ketiga provinsi tersebut sebelumnya termasuk dalam lima daerah dengan tingkat inflasi tertinggi, namun berhasil dikendalikan melalui kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.
"Daerah-daerah yang terdampak tadinya mengalami inflasi tinggi-tinggi (termasuk 5 daerah tertinggi). Dengan kerja keras yang luar biasa dari pemerintah terutama pemerintah pusat seperti Bulog dan Badan Pangan ditambah dengan pemerintah daerah masing-masing. Itu bisa kemudian mengatasi inflasi yang terjadi di daerah bencana", ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada hari Selasa.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi pada Desember 2025, saat IPH melonjak akibat terganggunya distribusi barang dan komoditas pangan.
Kenaikan IPH ketika itu disebabkan oleh rusaknya infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan pasar, sehingga distribusi logistik menjadi tersendat.
Pemerintah pusat dan daerah kemudian melakukan berbagai langkah percepatan distribusi barang kebutuhan pokok ke wilayah terdampak.
"Pemerintah, terutama Bulog, melakukan langkah yang sangat luar biasa. Pengiriman suplai minyak goreng dan beras didorong ke daerah-daerah yang sulit bahkan melalui udara, melalui heli, melalui Hercules", ujarnya.
Selain itu, dukungan dari infrastruktur bandara turut mempercepat pengiriman, termasuk melalui Bandara Rembele di Bener Meriah dan bandara di wilayah Nias.
Sebagian Daerah Masih Alami Kenaikan IPH
Meski tren IPH menurun secara umum, data BPS Januari 2026 menunjukkan masih adanya beberapa daerah yang mengalami kenaikan harga.
Kabupaten Bener Meriah dan Kota Langsa di Aceh, Kabupaten Nias Selatan di Sumatera Utara, serta Kabupaten Tanah Datar dan Pasaman di Sumatera Barat tercatat masih mengalami lonjakan IPH.
Namun, sebagian besar kabupaten dan kota lainnya telah mencatatkan penurunan harga.
Jalan nasional di ketiga provinsi terdampak kini telah kembali berfungsi normal, mendukung kelancaran distribusi logistik antarwilayah.
Aktivitas pasar juga menunjukkan pemulihan signifikan.
Seluruh pasar di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah beroperasi 100 persen, sementara di Aceh, 73 dari 112 pasar telah kembali beroperasi.
"Ini adalah kerja keras yang luar biasa untuk melakukan memenuhi supply di tengah kesulitan. Putus jalan segala macam. Dropping-dropping udara itu. Ditambah lagi pembukaan jalan oleh PU, Danantara, pemerintah daerah itu semua memberikan dampak. Sehingga akhirnya angka-angka ini menjadi petunjuk atas kerja keras itu", jelas Tito.
Mendagri berharap stabilitas harga di daerah terdampak terus terjaga seiring dengan pemulihan infrastruktur dan normalisasi aktivitas ekonomi masyarakat.
- Penulis :
- Leon Weldrick







