
Pantau - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan kebudayaan harus dijadikan identitas sekaligus sumber ekonomi dalam pembangunan di Kabupaten Cirebon saat kunjungan kerjanya di daerah tersebut.
Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah
Ia menyampaikan bahwa kebudayaan tidak boleh hanya diposisikan sebagai warisan, tetapi harus diolah menjadi kekuatan hidup yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Dedi menilai daerah yang mampu membangun branding berbasis budaya akan memiliki daya saing yang kuat di tengah persaingan pembangunan antarwilayah.
Ia menyatakan "Ketika budaya bisa diartikulasikan dengan baik, sebuah daerah akan tumbuh menjadi kabupaten yang kaya", ungkapnya.
Menurutnya, Cirebon memiliki potensi besar di bidang kebudayaan yang dapat dikembangkan sebagai motor utama pembangunan daerah.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga dan mengoptimalkan warisan sejarah, termasuk keraton sebagai pusat peradaban masyarakat Cirebon.
Dedi menyebut penataan arsitektur khas Cirebonan serta penguatan nilai sejarah tokoh seperti Sunan Gunung Jati sebagai fondasi penting dalam membangun jati diri daerah.
Ia menekankan pentingnya membangun karakter masyarakat untuk mendukung tata kelola sektor pariwisata berbasis budaya.
Ia mencontohkan Yogyakarta dan Bali sebagai daerah yang telah berhasil membangun identitas budaya yang kuat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
Ia menyatakan "Cirebon memiliki kekuatan besar dari sisi budaya. Ini harus menjadi simbol pembangunan dengan semangat dan kebudayaan Kacirebonan", ujarnya.
Fokus Infrastruktur hingga Penguatan Branding
Dedi menambahkan bahwa pemerintah provinsi saat ini memprioritaskan pemerataan infrastruktur jalan di Jawa Barat yang ditargetkan selesai pada 2026.
Ia menjelaskan bahwa setelah pembangunan infrastruktur rampung, pada 2027 fokus akan dialihkan pada penguatan branding wilayah berbasis kebudayaan, termasuk penataan kawasan perkotaan di Cirebon.
Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi pembangunan daerah.
Ia menjelaskan bahwa hari jadi tersebut digunakan untuk mengevaluasi capaian yang telah diraih sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.
Ia menyatakan "Nilai-nilai yang diwariskan para leluhur harus tetap dijaga dan diintegrasikan dalam pembangunan modern", ujarnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








